ENREKANG —Bencana banjir bandang yang menerjang kota Enrekang dan sekitarnya pada Sabtu malam, (27/4/2024) menyisakan penderitaan bagi masyarakat terdampak.
Air bah yang tiba-tiba muncul pada malam Minggu meski intensitas hujan hanya sekitar 2 sampai 3 jam betul-betul meluluh lantakkan harta benda milik warga terdampak.
Selain itu, air bercampur lumpur yang mengalir deras dari pegunungan ini juga merendam beberapa perkantoran di Enrekang kota seperti Dinas Kesehatan, Inspektorat, Puskesmas Kota Enrekang dan Polres hingga merusak seluruh property dan dokumen penting lainnya.
Sesaat setelah banjir reda, Dinas Sosial langsung membuka dapur umum untuk masyarakat Enrekang terutama bagi yang terdampak. Dapur umum mulai di buka pada hari Minggu hingga hari ini, Selasa (30/4/2034).
Sekretaris Dinsos Enrekang, H. Dulman kepada Upeks menjelaskan setiap hari pihaknya membagikan ribuan bungkus nasi kepada masyarakat untuk makan siang dan malam. Selain gerak cepat yang dilakukan Dinsos Enrekang, dapur umum tersebut juga dibuka atas instruksi Kementerian Sosial RI.
“Di hari pertama kita menyiapkan makanan untuk masyarakat terdampak bencana, namun sudah dua hari ini kita juga menyiapkan makanan bagi Tim Relawan yang turun membantu melakukan pembersihan “. Ujar Sekretaris Dinsos Enrekang, H. Dulman.
Dapur umum ini akan terus dibuka hingga dipastikan masyarakat sudah dapat melakukan aktivitas di rumah masing-masing, semisal sudah dapat memasak sendiri.
Peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Enrekang pada dapur umum ini sangat besar, sebab seluruh bahan makanan di support oleh BAZNAS Enrekang di tambah kehadiran TRC atau BTB BAZNAS yang dirasakan masyarakat sangat membantu pemulihan pasca bencana. (*)
