KGSB (Komunitas Guru Satkaara Berbagi) melatoh para tenaga pendidik untuk mampu Menulis dongeng.
Pelatihan Kelas Penulisan Dongeng 44JP bagi para tenaga pendidik kali ini mengangkat tema “Cerita Anak Khatulistiwa”.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Klub Literasi KGSB yang diadakan secara berkala sejak 2022.
Pelatihan penulisan tersebut diadakan dalam dua kali pertemuan pada 14 dan 28 September 2024 secara daring.
Kemudian dilanjutkan dengan program pendampingan selama 1 bulan hingga buku siap terbit di November 2024.
Hasil tulisan para peserta akan dibukukan dalam bentuk buku antologi KSGB “Cerita Anak Khatulistiwa”.
Para peserta yang memgikuti program ini merupakan anggota KGSB yang lolos seleksi dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan Timor Leste.
Karya para peserta dalam buku antologi cerita anak ini akan mewakili setiap daerah di Indonesia atau asal daerah mereka.
Sebagai pemateri, KGSB mengundang Angela Corine Kennedy, M.Pd, Guru dari SDN 5 Namang Kab. Bangka Tengah, Bangka Belitung sekaligus Pendongeng dan Penulis Buku Anak. Penerima Penghargaan Kemendikbudristek RI 2023 dan Juara 2 Duta Baca Provinsi Bangka Belitung 2018.
Pemateri kedua adalah Titik Kartitiani, seorang penulis dan jurnalis senior yang juga menyukai serta menulis cerita anak di kolom majalah dan buku kumpulan cerita anak.
Pelatihan ini juga dihadiri Penulis Multi-genre dari WIN, Ririn Astutiningrum.
Ruth Andriani, founder KGSB mengatakan, hasil dari kegiatan pelatihan penulisan kali ini akan diwujudkan menjadi buku antologi cerita anak usia 6-9 tahun. Selanjutnya, buku dongeng tersebut akan diberikan secara gratis kepada puluhan sekolah PAUD dan SD di Indonesia dan Timor Leste.
“Tantangan untuk membuat buku anak memang tidak mudah, karena perlu menggunakan tutur kata yang sederhana dan mudah dipahami, namun tetap bisa memberikan pengetahuan bagi anak. Kami berharap, melalui buku dongeng yang akan tercipta nanti, anak akan semakin cinta dan lebih mengenal budaya asal mereka berada serta menghargai perbedaan budaya yang ada,” ujar Ruth.
Angela Corine, penulis buku anak Kiki si Koki menjelaskan “Ada beberapa hal yang perlu dihindari saat menulis buku anak seperti nasihat berbuih-buih, tokoh anak-anak tetapi kalimat yang keluar dari dirinya tidak seperti anak-anak, orang dewasa menyelesaikan masalah dalam cerita”.
“Saya sangat mendukung kegiatan pelatihan penulisan dongeng dari KGSB ini, terlebih saya sendiri juga seorang guru seperti para peserta pelatihan ini. Kita bisa mengenal dunia dengan membaca. Namun dengan menulis kita bisa mengenal diri kita sendiri. Jadi menulislah dengan gembira. Selamat menulis,” ujar Angela.
Ruth juga menyampaikan harapan, agar kegiatan pelatihan menulis dongeng yang diadakan KGSB semakin mendorong para tenaga pendidik untuk semakin cinta menulis dan membaca sebagai salah satu alat belajar untuk para anak didik. Buku cerita anak yang akan terwujud dari hasil penulisan para guru tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu media mengajar kepada anak-anak.
Kelas Penulisan KGSB merupakan bentuk kepedulian atas masih minimnya buku-buku anak berkulitas dengan tema yang mengangkat budaya, sejarah, serta berbagai konten lokal melalui sudut pandang berbeda.
Melalui kegiatan ini, KGSB mengajak para pendidik untuk terus meningkatkan literasi dan terbiasa melakukan riset dengan membaca banyak literatur yang akan membantu dalam memperkaya wawasan dalam buku yang akan mereka tulis bersama.
KGSB Terbitkan 2 Buku seri Antologi
Program Pelatihan Menulis Dongeng kali ini adalah kegiatan pelatihan menulis kedua yang diselenggarakan KGSB untuk Guru dan merupakan bagian dari program Klub Literasi KGSB. Melalui klub literasi KGSB, komunitas yang berdiri sejak 2021 ini sebelumnya telah berhasil menerbitkan karya 2 buku seri antologi praktik baik pada tahun 2023.
Buku antologi KGSB seri pertama mengangkat tema “Inovasi & Kreativitas Guru dalam Mewujudkan Merdeka Belajar. Sementara pada seri kedua, Klub Literasi KGSB mengambil tema
“Pencegahan dan Penanganan Cyberbullying di Lingkungan Sekolah”. Kedua buku seri antologi tersebut sudah disebarkan secara gratis kepada 150 sekolah di Indonesia dan Timor Leste.
“Saya bersyukur dapat kesempatan mengikuti kelas pelatihan penulisan KGSB. Karena saya ingin belajar menulis membuat cerita anak yang dapat digunakan sebagai alat mengajar bagi anak didik kami di sekolah,” pungkas salah satu peserta dari UPT SPF SDN Mongisidi II Makassar, Hastati. (*)
