Mahasiswa Farmasi Universitas Almarisah Madani (UNIVERAL) yang berhasil lolos pendanaan Program Kreatifitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE 2024) berhasil menciptakan inovasi yang dapat mengubah cara kita mengatasi penyakit malaria.
Tim CURPIN, yang berangotakan Princes Hani Rugka Cariri, Angeline kondorura, Indarty Oktafiana, Oktovina Fidelia Ramba dan Maya Putri R Husain. Tim yang berhasil mendapatkan dana kurang lebih 8-9 juta ini telah mengembangkan sebuah pacth yang dapat mengatasi malaria dengan cara yang lebih efektif tanpa rasa sakit.
Program kreatifitas Mahasiswa (PKM) adalah sebuah wadah bagi mahasiswa untuk mengebangkan ide-ide kreatif mereka dan menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari kedalam bentuk karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ajang kompetisi bergengsi tingkat nasional yang diselengarakan oleh kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini. Setiap tahun, ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di indonesia berlomba-lomba untuk menampilkan karya inovatif. Tim CURPINE dan 14 tim lainnya berhasil mewakili UNIVERAL dalam 3.520 Proposal yang telah di setujui dan mendapatkan pendanaan
Pernahkah anda membayangkan obat malaria bisa diberikan semudah menempelkan plester? Tim CURPINE telah berhasil menciptakan inovasi revolusioner dengan judul “Inovasi Transdermal Drug Delivery Sistem Nanoparticle melalui Kombinasi Curcumin dan Piperine Terinkorporasi Dissolving Microneedle sebagai Strategi Baru Pengobatan Malaria”. Dengan teknologi ini, pengobatan malaria menjadi lebih mudah, nyaman, dan efektif.
Malaria, merupakan penyakit yang disebabkan oleh plamodiom ditularkan melalui gigitan nyamuk masih menjadi masalah kesehatan global. Namun Tim CURPINE telah berhasil mengembangkan solusi inovatif untuk mengatasi penyakit ini.
Tim CURPINE menciptakan sebuah pacth Dissolving Microneedle dilengkapi dengan jarum mikron yang sangat kecil. Jarum-jarum ini mengandung kombinasi dari senyawa sintesis Curcumin (dari kunyit) dan Piperine (dari lada hitam) yang disingkat menjadi “CURPINE” diketahui memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat serta efektif dalam melawan parasit malaria, dalam penghantaran obat Nanopartikel dipilih sebagai Smart Drug Delivery Sistym yang mampu meningkatkan kelarutan dan bioavailabilitas sehingga senyawa dapat mencapai target secara langsung dan efektif.
Ketika patch diaplikasikan pada kulit, microneedle akan menembus lapisan kulit dan melepas nanopartikel secara perlahan menuju target penyakit.
Berkat inovasi yang luar biasa ini, Tim Curpine Berhasil Meraih Penghargaan PKP-2 Award dengan Nominasi Mahasiswa Terkreatif pada Klaster 5 serta Berhasil Lolos dalam Ajang Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS). Penghargaan ini membuktikan bahwa inovasi ini memiliki potensi yang sangat besar untuk diaplikasikan dalam dunia kesehatan.
Dibalik inovasi yang luar biasa ada pendamping ibu Dr. apt. Andi Nur Aisyah, S.Si, M.Si beliau yang kerap disapa ibu ica ini merupakan dosen teknologi dan farmasetika yang dengan tekun dan sabar telah membimbing dan memotivasi Tim CURPINE untuk terus belajar dan berkembang menjadi tim yang lebih solid dan kompak dalam menjalankan seluruh rangkaian riset ini.
Inovasi pengobatan malaria Tim CURPINE merupakan langkah maju yang signifikan dalam upaya pemberantasan malara, inovasi ini tidak hanya memberikan harapan baru bagi penderita malaria, tetapi juga menunjukkan bahwa generasi muda indonesia memiliki kemampuan untuk menciptakan solusi inovatif bagi masalah kesehatan global. (*)

