Sulawesi Selatan tidak pernah kekurangan hidangan khas yang memikat lidah, dan salah satu kuliner yang wajib dicoba adalah ikan bakar parappe. Berbeda dengan sajian ikan bakar pada umumnya, ikan bakar parappe memiliki cita rasa istimewa dengan bumbu khas yang meresap hingga ke dalam daging ikan. Perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas dari bumbu khas Sulawesi Selatan menjadikan ikan ini pilihan favorit masyarakat lokal dan wisatawan yang berkunjung ke Makassar.
Asal-usul dan Cara Memasak Ikan Bakar Parappe
Kuliner ikan bakar parappe sejatinya berasal dari Kabupaten Pinrang, namun popularitasnya telah menyebar hingga ke Makassar. Nama “parappe” sendiri dalam bahasa lokal berarti “membakar”, yang merujuk pada teknik memasak ikan ini. Proses pengolahan ikan bakar parappe cukup sederhana, tetapi rahasianya terletak pada bumbu yang digunakan.
Daging ikan yang segar, umumnya ikan baronang, kakap, atau bandeng, dipilih sebagai bahan utama. Ikan terlebih dahulu dibersihkan, kemudian direndam dengan bumbu marinasi yang kaya rempah seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, kunyit, dan tambahan gula merah yang memberikan rasa manis alami. Bumbu ini tidak hanya dioleskan, tetapi juga direndam agar meresap sempurna ke dalam daging.
Setelah direndam, ikan dibakar di atas arang hingga kulitnya terlihat agak garing. Proses pembakaran yang lambat memungkinkan bumbu yang telah meresap melebur bersama daging ikan, menciptakan rasa yang kaya dan aroma yang khas. Inilah yang menjadikan ikan bakar parappe sebagai hidangan yang unik dan berbeda.
Keunikan Bumbu Gula Merah
Bumbu ikan bakar parappe yang menggunakan gula merah menjadi ciri khas yang membedakan kuliner ini dari olahan ikan bakar lainnya. Gula merah memberikan sentuhan rasa manis sekaligus tekstur yang sedikit lengket pada permukaan ikan, sehingga ketika disantap, ada sensasi rasa yang lebih kaya. Kombinasi gula merah dengan rempah lainnya menghasilkan rasa gurih-manis-pedas yang menggugah selera.
Menurut salah satu pedagang ikan bakar parappe di Pantai Losari, penggunaan gula merah sebagai bahan bumbu adalah tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. “Gula merah kami masukkan agar rasa bumbu lebih menyatu, dan ikan bakar ini tidak terasa terlalu pedas atau asin,” ujar Rahman, seorang penjual yang telah berjualan ikan bakar selama lebih dari 20 tahun.
Tempat Menikmati Ikan Bakar Parappe di Makassar
Di Makassar, ikan bakar parappe mudah ditemukan di berbagai rumah makan dan warung pinggir jalan, khususnya di area Pantai Losari dan kawasan kuliner tradisional. Pengunjung biasanya menyantap ikan ini dengan sepiring nasi hangat, sambal dabu-dabu yang segar, serta tambahan sayur atau lalapan. Kenikmatan ikan bakar parappe semakin lengkap jika dinikmati dengan es kelapa muda atau minuman segar lainnya.
Salah satu tempat yang direkomendasikan untuk mencoba ikan bakar parappe adalah Warung Parappe Makassar yang terkenal dengan sajian ikannya yang selalu segar dan bumbunya yang khas. “Banyak wisatawan yang mencari kuliner ini karena rasanya yang unik dan sulit ditemukan di daerah lain,” kata Asri, pemilik warung tersebut.
Menjaga Warisan Kuliner Khas Makassar
Ikan bakar parappe bukan sekadar hidangan, tetapi juga merupakan bagian dari kekayaan kuliner Sulawesi Selatan. Di tengah semakin populernya makanan cepat saji, hidangan tradisional seperti ikan bakar parappe tetap bertahan dan menjadi pilihan kuliner yang autentik. Bagi warga Makassar, ikan bakar ini adalah kebanggaan yang mencerminkan kekayaan rasa dan budaya lokal yang patut dilestarikan.
Jadi, jika Anda berkunjung ke Makassar, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi ikan bakar parappe. Dengan kelezatan bumbu khas yang meresap dalam setiap gigitan, ikan bakar parappe siap memberikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan di kota ini.
