Yogyakarta — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk mendorong penguatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat di Desa Semoyo, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Program ini mencakup groundbreaking desa binaan BSI-UMY serta penanaman 10.671 pohon produktif untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Direktur Kepatuhan & SDM BSI Tribuana Tunggadewi, Rektor UMY Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, serta perwakilan PPATK dan Dinas Lingkungan Hidup Yogyakarta. Tribuana Tunggadewi menjelaskan bahwa Desa Semoyo adalah bagian dari program Desa Bangun Sejahtera Indonesia (Desa BSI), yang bertujuan memanfaatkan dana zakat untuk memberdayakan ekonomi lokal dengan pendekatan berkelanjutan. Total dana sebesar Rp3,6 miliar disalurkan untuk program seperti budidaya serai wangi, eduwisata herbal, dan peternakan.
Salah satu inisiatif utama di Desa Semoyo adalah pemanfaatan serai wangi, termasuk pengolahan limbahnya menjadi kerajinan atap rumah, sehingga tidak ada limbah yang mencemari lingkungan. Menurut Dewi, program ini tidak hanya mengembangkan ekonomi lokal tetapi juga mendorong praktik ramah lingkungan yang sejalan dengan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).
Selain Desa Semoyo, BSI telah mengembangkan 20 desa binaan lain di Indonesia, yang mencakup sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan. Total dana yang disalurkan mencapai Rp86,5 miliar untuk 6.642 penerima manfaat.
BSI juga melaksanakan penanaman pohon bersama PPATK dan masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon. Program ini menargetkan pengurangan emisi sebesar 836 ton CO2e. Deputi PPATK Fithriadi menyatakan bahwa inisiatif ini selaras dengan Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT), serta mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi.
Rektor UMY, Prof. Gunawan Budiyanto, menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan perbankan untuk memaksimalkan potensi desa. Penanaman pohon produktif seperti melinjo, sukun, dan kweni diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan pangan alternatif.
BSI sendiri memiliki visi menjadi The Best Global Islamic Bank dalam penerapan keuangan berkelanjutan. Sejak 2022, BSI telah menanam 50.000 pohon dengan potensi penyerapan karbon sebesar 4.129 ton CO2e. Melalui berbagai inovasi, termasuk donasi digital pohon melalui aplikasi BYOND By BSI, BSI berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Seluruh program ini menegaskan posisi BSI sebagai lembaga keuangan yang mendukung keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan, sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra finansial, sosial, dan spiritual bagi masyarakat. (*)
