Kapolda Sulsel: Uang Palsu UIN Hampir Sempurna

Makassar — Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, mengungkapkan bahwa uang palsu yang diproduksi di lingkungan UIN Alauddin Makassar (UINAM) memiliki kualitas yang hampir sempurna dan sulit dibedakan dari uang asli.

Menurut Kapolda, uang palsu ini menjadi sulit dikenali karena memiliki tanda air yang menyerupai uang asli.

“Hampir sempurna, memang hampir sempurna. Dalam press rilis sebelumnya, ketika diuji menggunakan sinar ultraviolet, uang palsu tersebut memiliki tanda air. Hal ini membuat masyarakat awam bisa terkecoh, mengira uang tersebut asli,” jelasnya kepada wartawan.

Yudhiawan juga menegaskan bahwa pelaku utama kasus ini, Annar Salahuddin Sampetoding (ASS), telah ditahan. Namun, karena kondisi kesehatannya kurang baik, ia saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

“Tersangka utama sudah kami tahan, meskipun dalam kondisi sakit. Penanganannya dilakukan oleh Polres Gowa dengan dukungan penuh dari Polda Sulsel,” tambah dia sebagaimana dikutip dari sindomakassar.com.

Lebih lanjut, Kapolda menjelaskan bahwa uang palsu yang telah beredar tidak dapat ditarik kembali atau ditukarkan.

“Uang palsu ini sudah beredar sejak tahun 2022. Saat ini, tahun 2024 menjelang 2025, uang tersebut tidak bisa kami kendalikan lagi. Kami mengimbau masyarakat untuk memahami bahwa uang tersebut tidak bisa ditukar karena statusnya palsu,” katanya.

Kapolda juga menekankan bahwa Polri telah berupaya menarik uang palsu dari peredaran. Dalam operasi sebelumnya, sejumlah uang palsu berhasil diamankan dari berbagai lokasi.

“Kami telah menarik sebagian besar uang palsu ini pada Kamis (19/12/2024) melalui Polres Gowa. Jadi masyarakat tidak perlu terlalu khawatir,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan komentar