Begini Kronologi Penembakan Pengacara di Bone

Makassar — Rudy S Gany yang berprofesi sebagai pengacara meninggal dunia akibat ditembak oleh orang tidak dikenal halaman rumahnya di Dusun Limpoe, Desa Pattuku Limpoe, Kecamatan Lapparaja, Kabupaten Bone, Selasa, (31/12/2024)

Peristiwa itu terjadi diperkirakan sekitar pukul 21.00 Wita. Menurut kerabat dekat korban, Yusri Al Kindi mengatakan kejadian tersebut bermula pada saat makan malam bersama.

“Saya lagi sama bapak (Rudy S Gani) sementara makan malam bersama, terus ada saya dengar suara ledakan kayak petasan” bebernya sebagaimana dikutip dari SINDOMakassar.

Dia mengatakan tiba-tiba terdengar suara ledakan dan korban (Rudy S Gani) langsung jatuh di tempat.

“Saya hanya dengar satu kali ledakan saja, tidak ada kendaraan melintas di jalan pada saat kejadian, setelah itu langsung kami bawa ke puskesmas pakai mobil” jelasnya.

Sementara itu, anak angkat korban, Andi Surya Atma Pegestu (23) mengatakan, korban meninggal di puskesmas setelah dilarikan dari lokasi kejadian

“Bapak (Rudy S Gani) meninggal sekitar pukul 22.00 malam kemarin di Puskesmas Lappariaja,” katanya di rumah duka di Jalan Teuku Umar, Makassar.

Istri almarhum, Haja Maryam (45) saat menghadiri autopsi, menceritakan detik-detik kejadian yang menimpa suaminya. Maryam menjelaskan, pada malam kejadian, ia dan suaminya sedang berkumpul bersama keluarga di rumah untuk makan malam sambil menunggu pergantian tahun.

“Ketika kami sedang makan bersama, tiba-tiba terdengar suara ledakan, dan suami langsung tergeletak di samping saya,” katanya.

Dia mengaku tidak mengetahui pasti sumber ledakan tersebut, karena suasana di sekitar rumah cukup gelap.

“Di sekitar rumah gelap, ada mobil terparkir di depan, sehingga bagian belakang rumah juga redup. Kami tidak melihat siapa pun di luar,” akunya.

Awalnya, Maryam mengira suaminya hanya mengalami pecah pembuluh darah karena melihat darah keluar. Kejadiannya itu kata Maryam, antara jam 20.30 Wita dan 21.00 Wita.

“Saya sempat berpikir itu pecah pembuluh darah karena ada darah yang keluar. Namun, setelah saya bersihkan, saya baru sadar ada memar di samping hidungnya,” jelasnya.

Baru setelah dibawa ke puskesmas dan diperiksa oleh polisi, Maryam mengetahui bahwa suaminya ternyata menjadi korban tembak.

Dia mengatakan, suaminya berprofesi sebagai seorang pengacara. Banyak kasus yang di tangani. Maryam menyebut, saat ini suaminya sementara tangani atau mendampingi kasus pidana, perdata dan ada kasus sengketa lahan.

Maryam pun mengaku setiap pagi mendampingi suaminya setiap beraktivitas. Apapun yang di lakukan diluar, Maryam mengaku suaminya selalu menyampaikannya. Baik pekerjaannya ataupun masalahnya pasti dia sampaikan.

“Almarhum tidak pernah punya masalah pribadi dengan orang, karena almarhum orangnya sabar, meskipun orang bagaimana suami saya tetap senyum, “sebut Maryam.

Terakhir lanjut Maryam, suaminya datang ke Polres Bone, pada Selasa (31/12/2024) sekitar pukul 10.00 Wita. (*)

Tinggalkan komentar