2024, Imigrasi Makassar Berhasil Catat PNPB Rp55,27 Miliar

Makassar – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar merilis Laporan Refleksi Akhir Tahun 2024 yang mencakup sejumlah pencapaian, salah satunya adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB). Sepanjang 2024, instansi ini berhasil mengumpulkan PNPB sebesar Rp55,27 miliar, jauh melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp18,10 miliar.

Kepala Kantor Imigrasi Makassar, Abdi Widodo Subagio, mengungkapkan keberhasilan ini dalam keterangan tertulisnya. 

Selain PNPB, laporan tersebut juga mencatat pencapaian lain, seperti penerbitan dokumen keimigrasian bagi warga negara Indonesia (WNI), yang mencapai 99.392 paspor, melampaui target 90.000 paspor.

Untuk izin tinggal dan dokumen status keimigrasian, Kantor Imigrasi menerbitkan 1.337 dokumen, termasuk ITK, ITAS, ITAP, AFFIDAVIT, DAHSUSKIM, SKIM, dan VOA. Layanan perubahan data orang asing juga mencapai 414 layanan selama 2024.

Kantor Imigrasi Makassar juga aktif menjalankan program jemput bola, seperti Eazy Passport (18 kegiatan), Kaisar Simantap (3 kegiatan), dan Kaisar Mewah (14 kegiatan). Pada sektor pemeriksaan keimigrasian, mereka mencatat 344.561 dokumen yang diperiksa di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, melebihi target 150.000 dokumen. 

Sementara itu, di pelabuhan dan terminal khusus, jumlah pemeriksaan mencapai 6.617 dokumen, jauh di atas target awal sebanyak 150 dokumen.

Pada 2024, Kantor Imigrasi Makassar juga meraih dua penghargaan bergengsi: The Most Caring One (terbaik pertama) untuk layanan informasi dan pengaduan masyarakat, serta Imifluencer The Most Caring One (terbaik ketiga) atas pengelolaan media sosial, khususnya Instagram.

Abdi Widodo menjelaskan, media sosial menjadi fokus utama kantor tersebut dalam menyampaikan informasi dan melayani masyarakat. 

Di tahun yang sama, Kantor Imigrasi Makassar berhasil mempertahankan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), yang dievaluasi setiap tahun oleh Kementerian PANRB. Predikat ini menunjukkan komitmen mereka terhadap pelayanan publik yang berkualitas. (*)

Tinggalkan komentar