Listrik PLN Mampu Tekan Biaya Operasional Petani di Sulawesi Hingga 75%

Makassar — PT PLN (Persero) mengklaim sukses mengimplementasikan program Electrifying Agriculture (EA) di Sulawesi Selatan. Hal itu setelah terbukti membantu petani menghemat biaya operasional hingga 75% per bulan. Program ini mendukung ketahanan pangan dengan meningkatkan layanan listrik bagi petani dan peternak di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

Menurut pengakuan salah seorang petani di Makassar, Patahuddin, biaya operasionalnya turun dari Rp900 ribu menjadi Rp350 ribu per bulan setelah beralih dari BBM ke listrik. Pengairan sawahnya juga lebih efisien, memungkinkan pengairan 5 petak sawah per hari dibandingkan sebelumnya yang hanya 3 petak.

Hal yang sama juga diakui petani bawang merah di Enrekang, Hasbi. Dia juga mencatat penghematan signifikan, dari Rp5,2 juta menjadi Rp1,3 juta per panen, dengan total penghematan tahunan Rp23,4 juta. Kapasitas produksi bawang merahnya meningkat dari 45 ton menjadi 48 ton per tahun, yang berkontribusi pada peningkatan penghasilan hingga Rp69 juta per tahun.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Budiono, menegaskan, program EA bertujuan meningkatkan produktivitas di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Hingga Desember 2024, tercatat 3.820 pelanggan EA di Sulawesi dengan total daya terpasang 191.618 kVA. PLN berkomitmen memperluas manfaat program ini untuk mendorong efisiensi biaya operasional dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Listrik PLN Mampu Tekan Biaya Operasional Petani di Sulawesi Hingga 75%

Makassar — PT PLN (Persero) mengklaim sukses mengimplementasikan program Electrifying Agriculture (EA) di Sulawesi Selatan. Hal itu setelah terbukti membantu petani menghemat biaya operasional hingga 75% per bulan. Program ini mendukung ketahanan pangan dengan meningkatkan layanan listrik bagi petani dan peternak di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

Menurut pengakuan salah seorang petani di Makassar, Patahuddin, biaya operasionalnya turun dari Rp900 ribu menjadi Rp350 ribu per bulan setelah beralih dari BBM ke listrik. Pengairan sawahnya juga lebih efisien, memungkinkan pengairan 5 petak sawah per hari dibandingkan sebelumnya yang hanya 3 petak.

Hal yang sama juga diakui petani bawang merah di Enrekang, Hasbi. Dia juga mencatat penghematan signifikan, dari Rp5,2 juta menjadi Rp1,3 juta per panen, dengan total penghematan tahunan Rp23,4 juta. Kapasitas produksi bawang merahnya meningkat dari 45 ton menjadi 48 ton per tahun, yang berkontribusi pada peningkatan penghasilan hingga Rp69 juta per tahun.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Budiono, menegaskan, program EA bertujuan meningkatkan produktivitas di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Hingga Desember 2024, tercatat 3.820 pelanggan EA di Sulawesi dengan total daya terpasang 191.618 kVA. PLN berkomitmen memperluas manfaat program ini untuk mendorong efisiensi biaya operasional dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Tinggalkan komentar