Makassar – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Sulawesi Selatan mendapatkan hibah sebidang tanah seluas 1 hektar dari salah satu anggotanya, Ahmad Dg Sarro, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kelembagaan dan Peningkatan Mutu BMPS Sulsel yang berlangsung di Gedung Guru Dinas Pendidikan Sulsel, Selasa (25/2/2025).
Tanah yang berlokasi di Malino tersebut diwakafkan secara spontan oleh Ahmad Dg Sarro, yang juga Ketua Yayasan Bukit Hidayah Malino. Penyerahan hibah ini disambut gembira oleh para pengurus dan anggota BMPS, serta disaksikan oleh Ketua dan Pengurus BMPS Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua BMPS Sulsel menyampaikan apresiasi atas hibah ini dan berharap lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, khususnya bagi sekolah swasta di Sulawesi Selatan.
Digitalisasi 50 Sekolah Swasta
Selain menerima hibah tanah, BMPS Sulsel juga mengumumkan inisiatif digitalisasi sekolah swasta dengan menerapkan Learning Management System (LMS) dan Support Management System (SMS) secara gratis di 50 sekolah di 7 kabupaten/kota di Sulsel.
LMS akan mencakup pembelajaran digital, absensi siswa dan guru secara real-time, laboratorium virtual, konferensi berbasis sekolah, rapor digital, serta pelatihan guru. Sementara itu, SMS akan mendukung administrasi sekolah, akuntansi, absensi, pengukuran kinerja mutu, hingga peningkatan manajerial sekolah. Implementasi program ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara BMPS dan penyedia aplikasi sistem digital.
Pokok-Pokok Pembahasan Rakor
Rakor BMPS Sulsel ini dihadiri oleh 350 peserta dari 7 kabupaten/kota, termasuk pejabat Dinas Pendidikan Sulsel, Kepala Cabang Dinas, MKKS negeri dan swasta, serta pimpinan yayasan dan kepala sekolah swasta.
Dalam sambutannya, Ketua BMPS Sulsel menegaskan lima poin penting yang menjadi perhatian BMPS, yaitu:
1. Konsolidasi kelembagaan dengan pembentukan pengurus daerah BMPS di kabupaten/kota.
2. Digitalisasi sekolah swasta untuk meningkatkan mutu pendidikan.
3. Mendorong sistem penerimaan siswa baru yang lebih berintegritas.
4. Meminta perhatian pemerintah terhadap sekolah swasta yang dikelola masyarakat.
5. Mengusulkan redistribusi guru ASN ke sekolah swasta yang membutuhkan tenaga pengajar.
Rakor ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Drs. Kadir Halid (anggota DPRD Sulsel sekaligus Wakil Ketua BMPS), Drs. Benhard dari BAN Provinsi, Suarman, M.Pd (Sekretaris Dewan Pengawas BMPS), serta Fatimah dari Portal Sekolah.
Dengan adanya program digitalisasi serta dukungan infrastruktur melalui hibah tanah ini, BMPS Sulsel optimistis dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah swasta dan memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam pengelolaan pendidikan yang lebih baik.
