Makassar — Di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menegaskan kembali keseriusannya dalam menyelesaikan proyek revitalisasi Lapangan Karebosi. Hingga penghujung tahun lalu, proyek ini belum juga tuntas, meskipun telah menghabiskan anggaran sebesar Rp63,5 miliar dan ditargetkan rampung pada akhir 2024.
Revitalisasi Lapangan Karebosi, yang merupakan ruang publik utama bagi warga Makassar, mulai dikerjakan sejak Mei 2024 setelah penutupan area pada Januari tahun yang sama. Namun, hingga saat ini, proyek yang dikerjakan oleh PT Arkindo sebagai kontraktor pemenang tender masih belum mencapai penyelesaian. Kondisi ini menjadi perhatian Pemkot Makassar agar dapat segera dituntaskan.
Keseriusan untuk merampungkan proyek ini semakin ditegaskan saat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengundang sembilan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru ditunjuk untuk mengikuti rapat koordinasi pada Rabu (5/3/2025). Salah satu yang hadir adalah Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Makassar, M. Yasir, yang bertugas memberikan laporan perkembangan revitalisasi.
Mendengar laporan tersebut, Munafri menegaskan bahwa proyek ini harus diselesaikan tanpa penundaan lebih lanjut. Mengingat pentingnya Karebosi sebagai ruang publik, ia tidak ingin proyek ini berlarut-larut atau terbengkalai.
“Pengerjaan Lapangan Karebosi tidak boleh berhenti di tengah jalan. Ini harus segera dilanjutkan dan diselesaikan sesuai regulasi. Kita sudah menganggarkan, jadi pastikan ini berjalan. Jangan sampai masyarakat kehilangan ruang publiknya,” ujar Munafri dengan tegas.
Selain membahas revitalisasi Karebosi, rapat koordinasi tersebut juga menjadi ajang evaluasi bagi para Plt OPD untuk melaporkan kondisi internal masing-masing instansi, program kerja yang telah berjalan, serta kendala yang dihadapi.
Hadir dalam rapat tersebut antara lain Plt Kepala Dinas Pendidikan Andi Bukti Djufri, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Muh Mario Said, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Andi Irwan Bangsawan, serta Plt Kepala Satpol PP Fathur Rahim.
Juga hadir Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Aryati Puspasari Abady, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ferdy Mochtar, Plt Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Nur Kamarul Zaman, dan Plt Camat Ujung Pandang, Armin Paera.
Dalam laporan yang disampaikan, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Andi Bukti Djufri, menyoroti beberapa permasalahan internal di dinasnya, termasuk kekosongan jabatan struktural yang perlu segera diisi. Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ferdy Mochtar, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang merancang Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait retribusi sampah gratis bagi kelompok masyarakat tertentu sebagai upaya meringankan beban warga sekaligus meningkatkan pengelolaan sampah di kota ini.
Dari sisi ekonomi, Plt Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan, Nur Kamarul Zaman, memaparkan kondisi terkini beberapa Perusahaan Daerah (Perusda). Sedangkan Plt Kepala DPPKB, Andi Irwan Bangsawan, melaporkan upaya penanganan stunting serta kendala yang dihadapi kader KB di lapangan.
Di sisi lain, laporan positif datang dari Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Aryati Puspasari Abady, yang mengungkapkan bahwa indeks ketahanan pangan Makassar kini menempati posisi tertinggi di Sulawesi Selatan, bahkan melampaui tingkat provinsi.
Menanggapi pencapaian tersebut, Munafri mengapresiasi kinerja Dinas Ketahanan Pangan dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar prestasi ini dapat dipertahankan.
“Itu harus kita jaga. Saya ingin Dinas Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan. Banyak potensi yang bisa kita maksimalkan,” ujarnya.
Melalui rapat ini, Munafri ingin memastikan bahwa setiap OPD bergerak sejalan dengan visi dan misinya dalam membangun Kota Makassar yang lebih baik. (*)
