
Makassar – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Agus Salim, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Investasi Sulsel, menginisiasi Kick Off Meeting pendampingan hukum oleh Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejati Sulsel.
Pertemuan ini bertujuan untuk mempercepat penerbitan SK Gubernur Sulsel terkait penetapan lokasi pengadaan tanah untuk kepentingan umum dalam mendukung pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa. Acara ini berlangsung di Kantor Kejati Sulsel pada Selasa (11/3/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai instansi, termasuk Pemerintah Provinsi Sulsel, Pemerintah Kabupaten Gowa, BPK Sulsel, BBWS Pompengan Jeneberang, ATR/BPN Sulsel dan Gowa, PTPN I Regional 8, serta perwakilan dari Kementerian Kehutanan dan Kementerian Agama. Kejati Sulsel, sebagai tuan rumah, turut melibatkan Jaksa Pengacara Negara dalam proses pendampingan hukum.
Menurut Suryadarma, hingga saat ini lahan yang telah dibebaskan baru mencapai 168 hektar atau sekitar 9,75 persen dari total kebutuhan. Ia berharap dukungan dari semua pihak agar proses pembebasan lahan, yang saat ini memasuki tahap IV, dapat segera terealisasi.
Bupati Gowa menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan ini dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami akan berdiskusi dan mencari solusi bersama agar target pembebasan lahan segera tercapai. Bendungan Jenelata diharapkan dapat segera rampung dan memberikan manfaat bagi masyarakat Gowa dan sekitarnya. Inisiatif Kajati Sulsel dalam melibatkan JPN sangat luar biasa untuk memberikan kepastian hukum dalam investasi ini,” ujarnya.
Agus Salim mengungkapkan bahwa sejak dimulainya pembangunan pada 2023, progres proyek ini sempat terhambat, dengan capaian hanya 3 persen hingga 2024 akibat kendala lahan. Oleh karena itu, ia menginisiasi pertemuan dengan seluruh pihak terkait untuk mencari solusi yang efektif.
Dengan pendampingan hukum dari JPN Kejati Sulsel terhadap BBWS Pompengan Jeneberang, berbagai persoalan dalam proses pembebasan lahan mulai dapat diurai dan diselesaikan.
Sebagai informasi, Bendungan Jenelata merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sulawesi Selatan dengan anggaran pembangunan sebesar Rp 4,15 triliun**, yang bersumber dari APBN dan pinjaman dari Cexim Bank Tiongkok. (*)




