Makassar — Lonjakan harga emas dalam tiga bulan terakhir sebesar 37% mendorong lonjakan gadai emas di PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah (Kanwil) VI Makassar pada triwulan pertama 2025.
Pemimpin Wilayah Pegadaian Makassar, Edwin S. Inkiriwang, mengatakan, transaksi gadai emas meningkat sebesar 8,4% dari akhir tahun 2024, dengan total nilai mencapai Rp900 miliar hingga Maret 2025.
Menurut Edwin, pertumbuhan ini didorong oleh minat masyarakat yang semakin tinggi dalam menjadikan emas sebagai instrumen keuangan, baik untuk investasi maupun sebagai solusi likuiditas jangka pendek.
“Jika dirata-ratakan, pertumbuhan per bulan mencapai sekitar 2,8%. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan manfaat emas sebagai aset bernilai tinggi,” ujarnya saat media gathering di Makassar, Kamis (20/3/2025).
Salah satu faktor utama yang memicu peningkatan transaksi gadai adalah kenaikan harga emas yang cukup drastis. Dalam tiga bulan terakhir, harga emas mengalami lonjakan hingga 37%, sehingga banyak masyarakat memilih untuk menggadaikan emas mereka guna mendapatkan dana tunai.
“Lonjakan harga emas membuat masyarakat lebih percaya diri dalam menggunakan emas sebagai jaminan gadai. Mereka bisa memperoleh pinjaman dengan nilai yang lebih besar,” tambah Edwin.
Di tengah tren positif ini, Pegadaian juga terus berinovasi dengan memperkenalkan layanan Bank Emas. Layanan ini memungkinkan nasabah memiliki tabungan emas yang lebih fleksibel, baik untuk disimpan sebagai investasi maupun dijadikan jaminan gadai.
“Kami ingin memberikan pilihan kepada masyarakat. Kini mereka bisa memilih antara menabung emas atau langsung menggadaikannya sesuai kebutuhan,” jelas Edwin.
Layanan ini diharapkan semakin memperkuat posisi Pegadaian sebagai pemain utama dalam industri gadai dan investasi emas, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Meski mengalami pertumbuhan yang positif, bisnis gadai emas tetap menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal menjaga kepercayaan nasabah serta bersaing dengan lembaga keuangan lain yang menawarkan produk serupa.
Menurut Edwin, kepercayaan nasabah menjadi kunci utama dalam keberlanjutan bisnis ini. “Ketika nasabah memiliki karakter yang baik dalam bertransaksi, hubungan kepercayaan akan semakin kuat,” katanya.
Selain itu, berkembangnya industri perbankan digital dan layanan keuangan berbasis teknologi juga menjadi tantangan tersendiri bagi Pegadaian. Namun, perusahaan optimistis bisa terus bertumbuh dengan strategi digitalisasi layanan dan edukasi investasi emas kepada masyarakat.
“Kami melihat ada perubahan besar dalam dunia keuangan, dan kami harus terus beradaptasi. Dengan kombinasi gadai emas, tabungan emas, serta layanan Bank Emas, kami berharap bisa menjadi pilihan utama masyarakat dalam mengelola aset mereka,” pungkas Edwin.
Dengan strategi inovatif dan digitalisasi layanan, Pegadaian Kanwil VI Makassar optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan ini hingga akhir 2025. (*)
