Makassar, — Ajang lari terbesar di Indonesia Timur, Makassar Half Marathon (MHM) 2025, yang digelar selama dua hari pada Sabtu dan Minggu (31 Mei – 1 Juni) di Pantai Losari, menuai apresiasi luas dari berbagai pihak. Salah satu aspek yang paling disorot adalah kesigapan tim medis dalam memastikan keselamatan dan kesehatan ribuan peserta.
Event yang sukses menyedot hingga 10.000 pelari dari dalam dan luar daerah ini tak hanya menjadi panggung sportainment, namun juga menunjukkan keseriusan panitia dalam aspek keselamatan. Dinas Kesehatan Kota Makassar mengerahkan 26 unit ambulans lengkap dengan tenaga medis, tersebar di titik-titik strategis sepanjang rute lari.
Selama event berlangsung, tim medis sigap menangani peserta yang mengalami cedera hingga kelelahan ekstrem, menjadikan jalannya lomba tetap aman dan kondusif.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengapresiasi keterlibatan semua pihak dalam menyukseskan MHM 2025.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang ikut MHM atas kontribusi, dedikasi, dan kerja kerasnya. Euforia dan antusiasme masyarakat luar biasa. Ini membawa dampak positif bagi perputaran ekonomi dan semangat hidup sehat,” ujar Munafri.
Lebih dari sekadar lomba lari, MHM 2025 memberi pengalaman sport tourism yang khas, dengan rute yang menyuguhkan pemandangan ikonik Pantai Losari dan landmark Kota Makassar.
Pemkot Makassar, lanjut Munafri, berkomitmen menjadikan MHM sebagai agenda tahunan andalan kota.
“Kegiatan ini tidak hanya sehat dan fun, tapi juga mempromosikan Makassar sebagai kota tujuan sport tourism. Kesiapan hotel, transportasi, dan fasilitas medis menjadi kunci suksesnya,” tambahnya.
Sebagai bentuk evaluasi, Munafri juga menyoroti pentingnya pengelolaan pasca-event, terutama terkait pengumpulan sampah di area water station dan penanganan lanjutan bagi peserta yang mengalami kelelahan.
Dengan keberhasilan tahun ini, MHM 2025 menjadi bukti nyata bahwa sport dan pariwisata bisa berjalan beriringan, menjadikan Makassar sebagai destinasi olahraga unggulan di Indonesia Timur.
