Makassar,-– Rumah Sakit Umum Daerah Daya (RSUD) Kota Makassar tak henti-hentinya melakukan inovasi. Kali ini dengan melakukan produksi eco enzyme untuk dimanfaatkan dalam pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah sakit.
Langkah yang dilakukan RSUD Daya ini adalah bagian dari inovasi Pesona Daeng (Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik serta Penghematan Energi), sebuah program berkelanjutan yang telah menjadi ciri khas RSUD Daya dalam mendukung upaya ramah lingkungan.

Sebagai informasi, Eco enzym yang digunakan tersebut merupakan hasil olahan limbah organik seperti kulit buah dan sayuran yang difermentasi bersama gula dan air selama 3 bulan.
Proses ini menghasilkan cairan serbaguna yang tidak hanya mampu menyeimbangkan ekosistem mikroba dalam limbah, tetapi juga membantu mengurangi bau tidak sedap serta mempercepat proses penguraian zat organik di IPAL.
Plt. Direktur RSUD Daya, Nursaidah Sirajuddin menyampaikan, produksi eco enzym merupakan tindak lanjut dari upaya rumah sakit dalam menerapkan prinsip green hospital.
“Kami berkomitmen untuk menjadi rumah sakit yang tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan,” ucap Nursaidah Sirajuddin, Rabu (09/07/2025).
“Eco enzym ini merupakan hasil karya pegawai kami sendiri, sebagai bagian dari inovasi Pesona Daeng yang kami luncurkan sejak tahun lalu. Kegiatan ini juga tentu selaras dengan program Pemerintah Kota Makassar dalam pengelolaan sampah,” tambahnya.
Program Pesona Daeng tersebut juga mencakup pengelolaan sampah organik dan anorganik secara terintegrasi, termasuk penggunaan energi dengan bijak di rumah sakit.
“Pesona Daeng memiliki 7 Program Kerja lain yang kami singkat dengan Sapta Pesona, yakni online sistem untuk mengurangi timbulan sampah kertas, re-using barang-barang yang dapat digunakan kembali, konsumsi real food, peningkatan aktivitas fisik karyawan, penghijauan, daur ulang sampah dan penghematan energi,” ungkap inovatornya Rima Kusumah Dewi yang juga sempat menjuarai ajang Innovative Mayor Award (IMA) 2024 ini. (*)
