Makassar,–Dalam penerbangan EasyJet dari Luton, bandara dekat London, menuju Glasgow, seorang penumpang bernama Abhay Nayak berteriak slogan-slogan Islam dan mengancam membawa bom. Seperti yang dilaporkan oleh TRT, kemudian diketahui bahwa Nayak sama sekali bukan seorang Muslim.
“Penumpang yang diidentifikasi sebagai Abhay Nayak, 41 tahun, berpura-pura menjadi Muslim dan meneriakkan slogan Arab serta ancaman bom, memaksa pesawat untuk mendarat darurat. Kini dia menghadapi beberapa dakwaan kriminal,” demikian laporan TRT.
Dalam penerbangan EasyJet dari Luton, bandara dekat London, menuju Glasgow, seorang penumpang mengancam membawa bom, dan berhasil dilumpuhkan oleh penumpang lain sebelum ditangkap polisi saat pesawat mendarat di Skotlandia. Selain itu, dia juga meneriakkan “Allahu Akbar” serta “mati untuk Amerika dan Donald Trump,” presiden AS.
Penumpang yang melumpuhkan pria tersebut adalah Zoran Nasetski, yang berasal dari Makedonia Utara dan Serbia, dan saat ini tinggal di Inggris Raya.
Mengancam akan menjatuhkan pesawat
Pria yang melumpuhkan penumpang yang membuat kerusuhan di penerbangan ke Glasgow adalah Zoran Nasteski: “Saya bereaksi secara naluriah.”
Seperti terlihat dalam rekaman, selama penerbangan dia menjatuhkan pria itu ke lantai dan menahannya sampai pesawat mendarat, setelah itu pria tersebut diserahkan ke polisi Skotlandia.
Menurut data, Nayak yang ditangkap berasal dari Luton dan memiliki status pengungsi di Inggris Raya. Nama dan marga tersebut sesuai dengan tradisi Hindu di India dan tidak ditemukan di kalangan penduduk Muslim. (*)
