Makassar,–Dosen Universitas Muslim Maros (UMM), Syamsuriana Basri, S.Pd., M.Pd., resmi meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Selasa (5/8/2025). Sidang berlangsung di Gedung Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, dihadiri oleh tim promotor, penguji, serta sejumlah akademisi dan undangan.

Syamsuriana Basri, yang lahir di Batang, 25 April 1989, menyelesaikan studi doktoralnya di Jurusan Dirasah Islamiyah dengan konsentrasi Pendidikan dan Keguruan. Disertasinya berjudul *“Pengembangan Model Problem Based Learning Terintegrasi Nilai Karakter (PBL-NK) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika pada Peserta Didik Sekolah Menengah Atas”*, menjadi kontribusi penting dalam dunia pendidikan, khususnya pembelajaran fisika di tingkat SMA.
### **Model PBL-NK: Solusi Pembelajaran Fisika yang Berkarakter**
Penelitian Syamsuriana dilakukan di SMAN 1 Jeneponto, Sulawesi Selatan, dengan tujuan mengembangkan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) yang terintegrasi nilai karakter. Model ini dirancang untuk meningkatkan hasil belajar fisika sekaligus membentuk karakter peserta didik melalui pendekatan kontekstual.
“Model PBL-NK ini dirancang dalam lima tahap sistematis, mulai dari identifikasi masalah hingga refleksi. Hasil uji validasi menunjukkan bahwa model ini valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa,” jelas Syamsuriana dalam presentasinya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan ini tidak hanya fokus pada pemecahan masalah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kerja sama, dan berpikir kritis. “Pembelajaran fisika tidak hanya tentang rumus, tetapi juga tentang membentuk pola pikir dan karakter siswa,” tegasnya.
### **Dukungan Tim Promotor dan Penguji**
Promotor utama dalam promosi doktor ini adalah Prof. Dr. Hj. Misykat Malik Ibrahim, M.Si., dengan dua kopromotor, yaitu Dr. Hj. Yuspiani, M.Pd., dan Dr. M. Shabir U, M.Ag. Sementara itu, Dr. Ed. Faridah, S.T., M.Sc., bertindak sebagai penguji eksternal.
Tim penguji memberikan apresiasi atas inovasi yang diusung Syamsuriana, mengingat pembelajaran fisika kerap dianggap sulit oleh siswa. Model PBL-NK dinilai dapat menjadi solusi untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa.
### **Implikasi bagi Dunia Pendidikan**
Temuan Syamsuriana diharapkan dapat diimplementasikan secara luas di sekolah-sekolah, tidak hanya di Sulawesi Selatan tetapi juga di tingkat nasional. Dengan pendekatan PBL-NK, pembelajaran fisika diharapkan menjadi lebih menarik, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
“Saya berharap model ini dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam pembelajaran sains,” ujar Syamsuriana usai dikukuhkan sebagai doktor.
Dengan diraihnya gelar doktor ini, Syamsuriana Basri semakin memperkuat kontribusinya dalam pengembangan metode pembelajaran inovatif, sekaligus menjadi inspirasi bagi pendidik lainnya untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan. (*)
