Desa Belo,-–Masyarakat Desa Belo antusias mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Tepung Mocaf dan Pemanfaatannya dalam Inovasi Cookies Bekatul yang digelar di Balai Kemasyarakatan setempat.

Menurut Kepala Desa Belo, Wahyu Asharie. A, S. IP menyambut baik kegiatan mahasiswa ini, terutama dalam pemanfaatan potensi lokal menjadi produk pangan yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi kesehatan
Acara ini bertujuan mendorong pemanfaatan bahan lokal seperti singkong dan bekatul menjadi produk pangan fungsional bernilai ekonomi dan kesehatan.
Peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, ibu rumah tangga, hingga pemuda diajak mengenal potensi tepung mocaf (Modified Cassava Flour)—olahan singkong fermentasi bebas gluten—serta bekatul (kulit ari beras) yang kaya serat, vitamin B, dan antioksidan. Kedua bahan ini dikombinasikan menjadi cookies sehat yang rendah gula, tinggi serat, dan baik untuk pencernaan.
Tim KKN penyelenggara menekankan pentingnya inovasi berbasis sumber daya lokal.
“Selama ini, singkong dan bekatul sering diabaikan atau hanya diolah secara tradisional. Padahal, dengan teknik tepat, bisa menjadi produk bernilai tinggi,” jelas Kordes KKN, Muh. Rizaldhy Bakri
Selain teori, peserta mendapat pelatihan praktik pembuatan cookies mocaf-bekatul, mulai pemilihan bahan, pencampuran, hingga pemanggangan. Mereka juga dibekali modul berisi resep, nilai gizi, dan panduan teknis untuk dikembangkan sebagai usaha rumahan.
Kegiatan ini diharapkan memicu kemandirian pangan desa dengan mengoptimalkan sumber daya lokal.
“Diversifikasi pangan seperti ini bisa tingkatkan ketahanan pangan sekaligus ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan inisiatif ini diharapkan berkelanjutan dan menginspirasi desa lain untuk mengolah potensi daerah secara kreatif.
