Makassar,-– Sebuah aksi heroik dan penuh empati ditunjukkan oleh TNI Angkatan Laut (TNI AL) Lantamal VI Makassar terhadap seorang anak berusia 6 tahun, Nataniel, yang menderita luka bakar parah akibat tersengat listrik saat bermain layang-layang di sekitar rumahnya di Jalan Sinassara, Makassar, Jumat (8/8/2025).

Tragedi yang Mengubah Hidup
Kejadian tersebut terjadi ketika Nataniel tidak sengaja menyentuh kabel listrik yang terkelupas. Luka bakar yang dideritanya tidak hanya menyebabkan penderitaan fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas dan tanpa kepemilikan BPJS, keluarga Nataniel sempat kebingungan mencari pertolongan medis yang memadai.
Bantuan TNI AL Tanpa Pamrih
Melihat kondisi tersebut, TNI AL Lantamal VI melalui Rumkital Jala Ammari segera turun tangan memberikan bantuan medis secara cuma-cuma. Nataniel menjalani perawatan intensif, termasuk pembersihan luka di ruang operasi dan terapi Hyperbaric Chamber sebanyak 4 kali selama 36 menit per hari.
Letkol Laut (K) dr. Suhadi, M.K.K., Sp.KL., selaku perwakilan Rumkital Jala Ammari, menyatakan, pihaknya terpanggil untuk membantu anak yang menderita Luka bakar itu.
“Kami percaya setiap anak berhak mendapatkan kesempatan sembuh dan meraih masa depan cerah. Bantuan ini adalah wujud nyata komitmen TNI AL untuk rakyat,” ujarnya.
Proses Pemulihan Lebih Cepat
Perawatan yang diberikan menunjukkan perkembangan signifikan. Luka bakar Nataniel mulai mengering, dan kondisi fisiknya semakin membaik.
Ibu Nataniel, Rita, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Selama perawatan, anak saya mendapat perhatian terbaik. Semua pertanyaan kami dijawab dengan sabar. Terima kasih tak terhingga kepada Rumkital Jala Ammari Lantamal VI,” ujarnya.
Lebih dari Sekadar Pengobatan
Aksi TNI AL ini bukan sekadar penyembuhan luka fisik, melainkan juga pemulihan harapan bagi keluarga Nataniel.
“Ini tentang kekuatan kebersamaan yang mampu mengubah hidup seseorang,” tegas dr. Suhadi.
Inspirasi Kepedulian
Kisah Nataniel menjadi bukti nyata bahwa kemanusiaan dan gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. TNI AL Lantamal VI kembali membuktikan dedikasinya sebagai pelindung rakyat, tidak hanya di medan perang, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. (*)




