Makassar,–Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Ikatan Alumni (IKA) Unhas bersinergi mendukung program hilirisasi pertanian senilai Rp371 triliun yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan). Komitmen ini mengemuka dalam diskusi “Unhas dan IKA Mendengar” yang digelar hybrid di Gedung Pertemuan Alumni (GPA) Unhas, Sabtu (9/8/2025).
Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum IKA Unhas, Dr. Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya hilirisasi 14 komoditas strategis, seperti kelapa dalam, yang nilai ekspornya bisa melonjak 1.000% jika diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti VCO (virgin coconut oil).
“Indonesia kini nomor 2 di dunia di sektor pertanian setelah Brasil. Hilirisasi adalah kunci memaksimalkan potensi ini,” tegas Amran via zoom.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, merespons positif dengan segera membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Hilirisasi bersama IKA. “Unhas siap berkontribusi sesuai keahlian masing-masing fakultas,” ujarnya. Dukungan konkret juga datang dari Direktur Eksekutif IKA Unhas, Salahuddin Alam, yang mengusulkan rapat perdana Pokja pekan depan.
Unhas Bangkit, Alumni Diminta Tak Minder
Prof. Jompa juga memaparkan pencapaian Unhas, termasuk juara umum PIMNAS 2024 setelah 37 tahun didominasi kampus Jawa. “Kita harus percaya diri, bukan sombong,” ucapnya disambut tepuk tangan.
Diskusi yang dipandu Muhammad Arsan Fitri (IKA Unhas) ini turut membahas pembenahan GPA sebagai coaching clinic bagi alumni baru dan wacana pembentukan BEM tingkat universitas – yang disebut Rektor sebagai “kritik sambal untuk coto”.
Acara ditutup dengan lomba domino antarfakultas, dimenangkan IKA Teknik. Mentan Amran berharap agenda serupa digelar rutin untuk memperkuat kolaborasi.
#HilirisasiPertanian #UnhasBersinar #IKAUnhas
(Foto: Mentan Amran paparkan strategi hilirisasi via zoom, Rektor JJ deklarasikan Pokja di GPA Unhas)
Angle Kuat:
- Kolaborasi Cepat Unhas-IKA-Kementan bentuk Pokja hilirisasi sebagai respons langsung program Rp371 triliun.
- Data Impact: Potensi kenaikan ekspor 1.000% untuk VCO dan posisi Indonesia sebagai raksasa pertanian global.
- Gaya Santai Rektor: Analogi “kritik = sambal” dan pencapaian PIMNAS picu semangat alumni.
