Sulsel Wacanakan Pemilihan OSIS SMA/SMK Serentak, Ajang Pembelajaran Politik

Makassar,–-Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) sedang mempersiapkan inovasi dalam pendidikan politik untuk generasi muda. Salah satu langkah konkretnya adalah menggelar pemilihan ketua OSIS secara serempak di seluruh SMA/SMK se-Sulsel sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi pemilih pemula.  

Kepala Disdik Sulsel, H. Andi Iqbal Najamuddin, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan membangun kesadaran politik yang sehat sejak dini. 

“Kami ingin pemilih pemula memahami proses demokrasi dengan benar, sehingga partisipasi mereka dalam pemilu ke depan bisa lebih tinggi,” jelasnya saat  sebagaimana dikutip KabarMakassar.com, Rabu (13/8).  

Untuk memastikan pelaksanaan yang sesuai prinsip demokrasi, Disdik Sulsel akan berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu setempat. Mekanisme pemilihan dirancang menyerupai pemilu sungguhan, mulai dari kampanye, masa tenang, hingga pemungutan suara. Bedanya, kampanye akan difokuskan melalui platform digital untuk menyesuaikan dengan kebiasaan generasi muda.  

“Kami ingin memperkenalkan sistem pemilihan yang transparan dan akuntabel. Dengan memanfaatkan media digital, siswa bisa belajar berpolitik secara sehat dan modern,” tambah Andi Iqbal.  

Meniru Mekanisme Pemilu  

Proses pemilihan ketua OSIS ini akan mengadopsi sistem pemilihan kepala daerah, termasuk tahapan administratif dan teknisnya. Setiap sekolah wajib mengikuti petunjuk teknis (juknis) yang sedang disusun oleh Disdik Sulsel.  

“Kalau pemilihan kepala desa dan kepala daerah bisa dilakukan secara langsung, mengapa OSIS tidak? Ini adalah bentuk pembelajaran demokrasi yang nyata,” ujarnya.  

Penyesuaian Masa Jabatan  

Agar pelaksanaannya serentak, Disdik akan mengatur penyesuaian masa jabatan pengurus OSIS di tiap sekolah. Sekolah yang masa kepengurusannya belum berakhir dapat menerapkan sistem pejabat sementara (Pjs), mirip dengan mekanisme dalam Pilkada.  

“Kami akan sinkronisasi agar semua sekolah bisa mengikuti pemilihan serempak. Jika perlu, ada penunjukan Pjs terlebih dahulu,” jelas Andi Iqbal.  

Saat ini, Disdik Sulsel masih menyelesaikan penyusunan juknis dan rencana uji coba di beberapa sekolah sebelum program ini dilaksanakan secara menyeluruh. “Target kami, program ini tidak sekadar memilih ketua OSIS, tetapi benar-benar menjadi media pendidikan politik yang bermanfaat,” tandasnya.  

Dengan inisiatif ini, Pemprov Sulsel berharap dapat mencetak generasi muda yang cerdas berdemokrasi dan aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah. (*)

Tinggalkan komentar