Belo,–Mahasiswa KKN-T Literasi Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil memetakan potensi agrowisata Desa Belo menggunakan teknologi Geographic Information System (GIS). Hasilnya, mereka rekomendasikan sebagai panduan resmi pengembangan desa wisata berbasis data spasial yang presisi.

Seminar hasil pemetaan digelar di Gedung Kemasyarakatan Desa Belo, Kamis (14/8/2025), dengan dihadiri Kepala Desa Belo, Wahyu Asharie, S.IP., perangkat desa, tokoh masyarakat, serta kelompok tani. Pemetaan ini mencakup analisis penggunaan lahan, kerawanan banjir, hingga identifikasi wilayah prioritas pengembangan—semuanya divisualisasikan secara digital melalui GIS untuk memudahkan pembacaan data.
“Hasil pemetaan ini menjadi acuan kami mengambil kebijakan, terutama dalam mengembangkan agrowisata yang berkelanjutan,” ujar Wahyu Asharie usai menerima dokumen rekomendasi dari mahasiswa.
Teknologi GIS memungkinkan identifikasi potensi desa lebih detail, seperti lahan pertanian yang bisa diintegrasikan dengan wisata edukasi atau zona rawan banjir yang perlu mitigasi. Selain dokumen perencanaan, mahasiswa juga menyerahkan modul panduan praktis bagi pelaku usaha dan kelompok tani.
Dengan pendekatan berbasis data ini, Desa Belo berpeluang menjadi destinasi agrowisata unggulan di Kabupaten Soppeng—mengombinasikan kekuatan pertanian, pariwisata, dan partisipasi masyarakat. (*)
