Takalar,–Puluhan siswa mengalami pingsan saat mengikuti lomba gerak jalan santai dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar.

Kejadian ini terjadi saat lomba berlangsung dari siang hari, Jumat (15/8/2025), hingga malam hari atau memasuki waktu Salat Isya.
Sejumlah siswa yang pingsan sempat mendapat pertolongan pertama dari rekan-rekan mereka dengan obat seadanya sebelum tim medis Dinas Kesehatan Takalar turun tangan memberikan penanganan, termasuk pemberian oksigen bagi peserta yang kondisinya lemah.
Salah satu orang tua siswa menyatakan, peserta mungkin kelelahan karena beraktivitas di siang hari. Kejadian ini harus menjadi evaluasi untuk kegiatan serupa di masa depan agar tidak terulang.
Beberapa pelajar yang kondisinya memburuk langsung dirujuk ke RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle dan Puskesmas terdekat. Menurut pantauan di lapangan, ratusan peserta telah mempersiapkan diri sejak pagi hari. Lomba dimulai siang hari dengan siswa SD berjalan sejauh beberapa kilometer sesuai rute, disusul siswa SMP pada sore hari, dan siswa SMA menjelang magrib.
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, mengakui bahwa lomba tahun ini berlangsung lebih lama dari perkiraan karena tingginya antusiasme peserta. “Kami prihatin atas kejadian ini dan telah memerintahkan petugas medis untuk memberikan penanganan terbaik,” ujarnya.
Ia menegaskan akan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan, termasuk pembatasan jumlah peserta dan penjadwalan yang lebih tepat agar insiden serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. “Tahun depan, lomba tidak boleh berlangsung hingga malam,” tegasnya.
- Kepala Bapenda Makassar Minta Maaf, Proses Transisi Server Pengaruhi Pelayanan
- Wali Kota Makassar Resmikan AMP PT Tujuh Wali Wali, Dorong Peran Swasta Dukung Pembangunan Infrastruktur Kota
- Masuk Tahap Pengadaan, Pemkot Makassar Mulai Bangun Edufam Barombong dan Sudiang
- Truk Kontainer Parkir di Lorong, Ganggu Aktivitas Warga Jl. Urip Sumoharjo V
- Di Tengah Badai Global, APBN 2025 Buktikan Ketangguhan: Defisit Terkendali 2,92%, Stimulus Capai Rp110 Triliun
Sekda Takalar, Dr. Muhammad Hasbi juga menjelaskan, pihaknya sebenarnya telah melakukan berbagai langkah antisipasi berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya.
“Tahun lalu, ada sekitar 300 regu barisan yang ambil bagian. Kita kurangi tahun ini hanya sampai 90 barisan. Ini belajar dari pengalaman tahun sebelumnya yang menyita banyak waktu,”urai Dr Hasbi, Jumat 15 Agustus 2025 malam.
Ia menambahkan bahwa pemilihan waktu pelaksanaan menjelang sore agar peserta tidak terlalu kepanasan saat pelaksanaan.
Sayangnya, langkah langkah itu masih belum sesuai ekspektasi dan diluar perencanaan panitia.
“Berdasarkan pantauan kami, ada satu hal penyebab sehingga waktu sangat molor. Yang utama adalah adanya atraksi dan variasi tiap barisan yang tidak berbatas durasi. Sehingga menyita porsi waktu yang lama setiap tim.”katanya.
Sehingga, kejadian kali ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan di tahun mendatang. Setiap barisan akan diberi durasi atraksi dan variasi agar tidak menyedot waktu yang lama.
“Saya kira ini yang akan kita jadikan bahan evaluasi di masa mendatang,”pungkasnya. (*)
