Makassar,–Sebanyak 4.068 pendaki dari berbagai daerah merayakan HUT ke-80 RI di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa. Peringatan itu dengan melaksanakan upacara pengibaran bendera di puncak Bawakaraeng. Basarnas Makassar menyebutkan sebanyak 4.068 orang pendaki yang melakukan aktivitas di gunung dengan ketinggian 2.830 MDPL tersebut.

Jumlah pendaki berdasarkan data Basarnas Makassar, Sabtu (16/8/2025) lalu, yang mendaki melalui jalur Lembanna sebanyak 310 orang, jalur Bulu Ballae 1.097 orang, jalur Tasoso 986 orang dan jalur Panaikang 260 orang. Sementara untuk jumlah pendaki jalur yakni Lembah Ramma sebanyak 67 orang pendaki. Jumlah ini berubah sering waktu pendakian berlangsung.
Banyaknya pendaki yang memilih memperingati HUT RI ke-80 di alam ikut membuat Basarnas Makassar dan Tim SAR gabungan terlibat dengan mengerahkan potensi SAR ratusan orang, dengan rincian POS 8 sebanyak 28 orang, POS 10 sebanyak 26 orang, POS 5 sebanyak 45 orang, POS 7 sebanyak 12 orang, Lembah Ramma sebanyak 22 orang dan POS Sungai sebanyak 3 orang dengan total 328 orang. Sementara 196 orang lainnya stand by posko Lembanna, Bulu Balea dan Tassoso.
Sebelum bergerak ke lokasi yang telah ditentukan, Basarnas Makassar dan Tim SAR gabungan melaksanakan apel pembukaan Siaga SAR khusus yang dipimpin langsung oleh Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar. Dalam arahannya, disampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberi rasa aman kepada seluruh pendaki yang melakukan kegiatan alam di Gunung Bawakaraeng.
“Siaga Merah Putih ini adalah gelaran tahunan. Setiap tahunnya, jumlah pendaki yang memadati Gunung Bawakaraeng untuk merayakan HUT Kemerdekaan semakin meningkat,” tuturnya.
Begitupun yang disampaikan Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan, tercatat ribuan pendaki yang melakukan registrasi di posko induk Lembanna pada hari kedua pelaksanaan Siaga Merah Putih.
“Tanggal 16 Agustus 2025, Pukul 11.30 Wita, posko Lembanna sebagai posko induk Siaga Merah Putih di kaki Gunung Bawakaraeng mencatat 1.942 pendaki yang telah melakukan registrasi pada beberapa pos registrasi pendaki di antaranya Bulu Ballea, Lembanna, Tassoso dan Panaikang,” tuturnya.
Selama operasi Siaga Merah Putih di sekitar Gunung Bawakaraeng berlangsung, pada Minggu (17/8/2025), tercatat ada 25 pendaki yang mengalami trouble di beberapa pos, diantaranya Posko Bulu Ballea, Posko Tassoso, Pos 8, Pos 9 dan pada Pos 10 atau puncak.
Sebagian besar korban menderita hipotermia atau penurunan suhu tubuh dan yang lainnya menderita asam lambung, hingga terpisah dari rombongan.
“Saat ini Team siga yang berada di setiap titik pos siaga SAR gabungan di Gunung Bawa Karaeng masih terus melakukan penanganan medis kepada korban-korban yang membutuhkan,” kata Andi Sultan.
Disebutkan, hingga sekarang tim SAR masih tetap siaga di posko, menunggu laporan dan melakukan penanganan bagi korban yang membutuhkan perawatan medis.
“Kami mengimbau kepada semua pendaki untuk tetap waspada dan mematuhi petunjuk dari tim penyelamat demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (*)
