Jakarta,–Bank Indonesia (BI) mengukuhkan komitmennya dalam memperluas jangkauan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga ke kancah internasional. Terbaru, kerja sama antarnegara antara Indonesia dan Jepang resmi dibangun melalui sinergi strategis lintas otoritas dan asosiasi dari kedua belah pihak.
Kolaborasi bersejarah ini melibatkan pihak Indonesia, yakni Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) yang mencakup para penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran. Dari pihak Jepang, kerja sama ini melibatkan Ministry of Economy, Trade, and Industry (METI) Jepang, Payment Japan Association (PJA), serta Netstars sebagai penyedia teknologi pembayaran QR, dan didukung oleh lembaga-lembaga keuangan yang berpartisipasi.
- Di Tengah Badai Global, APBN 2025 Buktikan Ketangguhan: Defisit Terkendali 2,92%, Stimulus Capai Rp110 Triliun
- Bukan Hanya Formalitas, BPOM Apresiasi Kebijakan Makassar Atur Penggunaan Antibiotik
- “The Leaders’ Camp”: Strategi Daeng Manye Menyatukan Komando Takalar 2026
- BPBD Makassar Didik Anak-anak Hadapi Bencana Pakai VR
- KP2KP Sengkang Latih Bendahara Sekolah Menggunakan Aplikasi Coretax-DJP bagi
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, pada peluncuran tersebut menyampaikan bahwa Indonesia kembali menorehkan langkah penting dalam sejarah sistem pembayaran nasional Indonesia, melalui perluasan inovasi yang memudahkan masyarakat bertransaksi lintas negara.
“Sejak diluncurkan enam tahun lalu, QRIS telah menjadi game changer bagi ekosistem pembayaran digital dan memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia, yang kini telah mencapai 57 juta pengguna. Pengembangan inovasi fitur QRIS secara berkelanjutan terus dilakukan untuk memperluas akseptasi dan mendukung inklusi ekonomi dan keuangan digital. Salah satu inovasi dimaksud adalah QRIS Antarnegara,” ujarnya.
Inisiasi ini menjadi bukti komitmen Bank Indonesia dan industri sistem pembayaran Indonesia untuk terus memperluas jaringan pembayaran digital di kancah internasional.
“BI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan industri sistem pembayaran dan seluruh masyarakat dalam rangka memperluas akseptasi QRIS dengan didukung pengembangan inovasi fitur QRIS secara berkelanjutan dan perluasan kerja sama baik di dalam negeri maupun lintas negara,” ujarnya dalam siaran pers resmi BI yang dikeluarkan pada Minggu, 17 Agustus 2025, bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia.
Kemitraan ini menjadi langkah konkret untuk memfasilitasi transaksi yang lebih lancar dan aman antara wisatawan, pelaku bisnis, dan masyarakat kedua negara. Dengan terwujudnya integrasi sistem pembayaran QR ini, diharapkan dapat mendongkrak transaksi ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Jepang.
Ekosistem pembayaran digital nasional, QRIS, terus menunjukkan perkembangan pesat. Inisiatif kerja sama lintas negara ini tidak hanya memperkuat posisi QRIS sebagai standard pembayaran digital domestik, tetapi juga membawa misi untuk go international. Perluasan ini didukung oleh pengembangan fitur dan inovasi berkelanjutan yang menjadi fokus utama BI bersama seluruh pemangku kepentingan.
Keberhasilan sinergi kompleks ini menandai babak baru dalam dunia pembayaran digital Indonesia, membuka peluang bagi perluasan serupa ke negara-negara lain di masa depan. (*)
