Winner vs Looser: Bupati Daeng Manye Pecut Kinerja Jajaran dengan Filosofi Kepemimpinan Baru

Takalar,–Bupati Takalar, Ir. H. Muhammad Firdaus Daeng Manye, menggebrak jajarannya dengan konsep kepemimpinan tegas: “Winner vs Looser” (Pemenang vs Pecundang). Filosofi ini menjadi inti arahan beliau dalam Weekly Meeting Seri ke-13 Pemkab Takalar, yang berlangsung pada Rabu (27/8/2025).

Daeng Manye menantang seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), mulai dari camat hingga kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk naik level menjadi pemimpin yang optimis dan berani mengambil langkah berbeda.

“Seorang pemenang selalu mampu melihat peluang di balik kesulitan. Untuk mendapatkan hasil yang berbeda, lakukanlah dengan cara yang berbeda pula. Jangan cari alasan, tapi cari solusi,” tegas Bupati dengan gaya khasnya yang blak-blakan, mengutip pesan utama pertemuan tersebut.

Pesan ini bukan sekadar motivasi, tetapi tamparan keras bagi mentalitas “looser” yang dinilai masih melekat pada sebagian pejabat, yaitu mereka yang mudah mengeluh, lamban, dan tidak progresif dalam menyelesaikan masalah.

Fokus pada Transparansi dan Akuntabilitas

Pertemuan yang mengusung semangat “winner” ini tidak hanya berisi motivasi, tetapi juga membahas langkah-langkah strategis dan konkret. Salah satu fokus utama adalah mekanisme pencairan Alokasi Dana Desa (ADD). Bupati menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapannya, mulai dari usulan desa, verifikasi oleh camat, Dinas Sosial & PMD, hingga pengawasan oleh Inspektorat. Tujuannya jelas: memastikan dana desa tepat sasaran dan aparatur desa mendapat gaji tepat waktu.

Tolak Ukur Kinerja yang Nyata

Daeng Manye juga menyodorkan sejumlah indikator keberhasilan yang terukur bagi para camat. Indikator ini menjadi pembeda nyata antara kinerja seorang “winner” dan “looser”. Beberapa di antaranya adalah akurasi data BPJS, percepatan digitalisasi desa, penanganan kemiskinan dan stunting, pengelolaan kebersihan wilayah, serta kecepatan respon terhadap aduan masyarakat.

Evaluasi Kinerja OPD: Soliditas di Atas Otoriter

Dalam evaluasi kinerja OPD, Bupati tidak sungkan menyoroti beberapa kelemahan. Beliau menyebut masih adanya OPD yang kurang solid, pejabat yang bersikap otoriter, dan lemahnya fungsi pengawasan. Pesannya jelas: seorang pemimpin “winner” harus menjadi teladan dan membangun tim yang solid, bukan hanya memerintah.

Komitmen untuk Takalar Maju

Pertemuan ditutup dengan penegasan komitmen untuk fokus pada prioritas daerah, seperti penanganan utang, pengelolaan aset, penguatan BUMD, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kita sudah banyak masalah, jangan menambah masalah baru. Mari kita bekerja bersama, dengan tim yang solid, demi Takalar Maju,” pungkas Daeng Manye, mengingatkan semua pihak untuk mengimplementasikan filosofi “winner” dalam kerja nyata sehari-hari.

Dengan konsep “Winner vs Looser” ini, Daeng Manye jelas ingin mendorong perubahan mindset secara fundamental di tubuh Pemkab Takalar, dari budaya birokrasi yang lamban menjadi birokrasi yang gesit, solutif, dan berorientasi pada hasil. (*)

Tinggalkan komentar