Samarinda,–Sejumlah dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman (Unmul) melaksanakan pelatihan bagi pendidik nonformal di SPNF SKB Kota Samarinda, Jumat (29/8/2025).
Kegiatan bertema “Pengembangan Tutor Pendidikan Nonformal Melalui Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Pemanfaatan Media Ajar Inovatif” ini diikuti 16 peserta yang terdiri atas tutor kesetaraan dan pendidik PAUD.
Ketua tim pelaksana, Muhammad Nur Mannan, Dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Unmul, mengatakan pelatihan ini bertujuan memperkenalkan konsep pembelajaran mendalam yang kini tengah digalakkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
- Di Tengah Badai Global, APBN 2025 Buktikan Ketangguhan: Defisit Terkendali 2,92%, Stimulus Capai Rp110 Triliun
- Bukan Hanya Formalitas, BPOM Apresiasi Kebijakan Makassar Atur Penggunaan Antibiotik
- “The Leaders’ Camp”: Strategi Daeng Manye Menyatukan Komando Takalar 2026
- BPBD Makassar Didik Anak-anak Hadapi Bencana Pakai VR
- KP2KP Sengkang Latih Bendahara Sekolah Menggunakan Aplikasi Coretax-DJP bagi
“Kami ingin memberikan pemahaman tentang bagaimana pembelajaran mendalam bisa diterapkan tidak hanya di sekolah formal, tetapi juga di jalur pendidikan nonformal,” ujarnya.
Materi pelatihan disampaikan oleh sejumlah dosen FKIP Unmul dari berbagai program studi.
Masduki Zakaria, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, memaparkan konsep dasar pembelajaran mendalam.
Muhammad Nur Mannan, Dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, menjelaskan penerapan pembelajaran mendalam di pendidikan dasar.
Yana Supriyatna, Dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, berbagi praktik baik dalam pembelajaran sains.
Muhammad Ilham Akbar B, Dosen Prodi Pendidikan Masyarakat, menyampaikan penerapan pembelajaran mendalam di jalur nonformal. Sementara itu, Ady Setiawan, Dosen Prodi Pendidikan Masyarakat, menguraikan praktik baik pemanfaatan media ajar inovatif.
Selain dosen, kegiatan ini melibatkan mahasiswa FKIP Unmul yang sedang menjalani program KKN-PLP. Mereka berperan dalam penyusunan materi, pendampingan teknis, hingga dokumentasi kegiatan.
Menurut Ady Setiawan, keterlibatan mahasiswa menjadi bentuk pembelajaran nyata bagi calon pendidik agar mampu mengabdi kepada masyarakat.
- Di Tengah Badai Global, APBN 2025 Buktikan Ketangguhan: Defisit Terkendali 2,92%, Stimulus Capai Rp110 Triliun
- Bukan Hanya Formalitas, BPOM Apresiasi Kebijakan Makassar Atur Penggunaan Antibiotik
- “The Leaders’ Camp”: Strategi Daeng Manye Menyatukan Komando Takalar 2026
- BPBD Makassar Didik Anak-anak Hadapi Bencana Pakai VR
- KP2KP Sengkang Latih Bendahara Sekolah Menggunakan Aplikasi Coretax-DJP bagi
Kegiatan ini dibuka oleh Elham Maulana, yang mewakili Kepala SKB Samarinda. Ia menyampaikan apresiasi kepada FKIP Unmul.
“Kegiatan ini sangat dibutuhkan oleh para tutor dan pendidik PAUD. Kami berharap kerja sama dengan FKIP Unmul ini bisa terus ditingkatkan,” katanya.
Salah seorang peserta, Rabiyatul Adawiyah, menilai materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan pendidik nonformal.
“Meskipun sifatnya masih pengenalan, tapi ini membuka wawasan baru bagi kami. Harapannya ada pelatihan lanjutan dengan materi yang lebih mendalam dan praktis,” ujarnya.
Pelatihan ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menekankan pembelajaran berbasis kompetensi, berpikir tingkat tinggi, dan pemanfaatan media digital.
FKIP Unmul menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pendampingan, baik secara tatap muka maupun daring, guna mendukung pengembangan kapasitas pendidik nonformal di Samarinda. (*)
