Makassar,-–Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terdampak atas peristiwa tragis yang terjadi di lingkungan kantornya pada tanggal 29 Agustus 2025.
Dalam siaran pers yang dikeluarkan Plt. Sekretaris DPRD Makassar, Andi Rahmat Mappatoba hari ini, menyatakan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam.
“Kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam insiden ini. Doa kami panjatkan untuk keluarga korban agar diberikan ketabahan, serta untuk para korban luka agar segera memperoleh kesembuhan. Kejadian ini adalah duka bersama,” tulis pernyataan resmi tersebut yang ditandatangani oleh Sekretaris DPRD Kota Makassar.
- Pegadaian Serahkan Ambulans untuk Puskesmas Perawatan Saleman
- Cuaca Ekstrem, TRC BPBD Makassar Bergerak Cepat Tangani Rumah Rusak dan Pohon Tumbang
- BPBD Makassar Aktifkan Status Siaga Darurat Bencana
- Appi Kenang Alm H Bahtiar Bakri Sebagai Sosok Penopang Politiknya
- Makassar Half Marathon 2026 Targetkan Lonjakan Peserta Jadi 12.000 Pelari
Sementara itu, proses pendataan kerusakan masih terus dilakukan. Pihak Sekretariat mengakui bahwa beberapa fasilitas kantor mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat difungsikan.
Mereka berjanji akan melakukan proses inventarisasi secara transparan dan hasil verifikasi besaran kerugian material akan disampaikan kepada publik di kemudian hari.
Untuk memastikan kelancaran tugas-tugas kelembagaan, langkah-langkah darurat segera diambil.
“Kami tengah berkoordinasi dengan pimpinan DPRD dan pemerintah daerah,” jelas pernyataan itu.
Pembahasan mengenai alternatif lokasi kerja sementara dan penyesuaian agenda kedewanan sedang dilakukan agar fungsi legislatif dan pelayanan publik dapat tetap berjalan.
Sekretariat DPRD juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

Mereka menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti.
Peristiwa ini disebutkan sebagai pengingat tentang pentingnya menjaga ruang demokrasi dengan cara-cara yang damai dan bermartabat.
Sekretariat DPRD berharap mendapatkan dukungan dan kerja sama dari semua pihak untuk dapat segera pulih dan kembali melaksanakan tugasnya demi kepentingan rakyat Kota Makassar. (*)
