Makassar,–Group CEO sekaligus Co-Founder Grab, Anthony Tan, mengunjungi rumah duka almarhum Rusdamdianysah atau Dendi, mitra pengemudi Grab yang wafat usai insiden dalam gelombang demonstrasi di Makassar pada Jumat (29/8/2025) lalu.
Dia didampingi jajaran manajemen Grab Indonesia dan perwakilan dari Singapura.
Kehadirannya menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus dukungan nyata bagi keluarga almarhum yang telah tujuh tahun menjadi bagian dari Grab.
- Wali Kota Makassar Resmikan AMP PT Tujuh Wali Wali, Dorong Peran Swasta Dukung Pembangunan Infrastruktur Kota
- Masuk Tahap Pengadaan, Pemkot Makassar Mulai Bangun Edufam Barombong dan Sudiang
- Truk Kontainer Parkir di Lorong, Ganggu Aktivitas Warga Jl. Urip Sumoharjo V
- Di Tengah Badai Global, APBN 2025 Buktikan Ketangguhan: Defisit Terkendali 2,92%, Stimulus Capai Rp110 Triliun
- Bukan Hanya Formalitas, BPOM Apresiasi Kebijakan Makassar Atur Penggunaan Antibiotik
Turut mendampingi Anthony Tan dalam kunjungan tersebut antara lain Presiden Komisaris OVO Dyah NK Makhijani, Chief Financial Officer Grab Indonesia Dion Soetadi, Director of East Indonesia Operations Halim Wijaya, Chief of Public Affairs Tirza Munusamy, serta Country Marketing & Communications Head Grab Indonesia, Melinda Savitri.
“Kami berduka cita yang paling dalam. Kehilangan ini sangat berat bagi kami karena setiap mitra adalah bagian dari keluarga besar Grab. Tidak ada bantuan yang bisa menggantikan sosok almarhum, namun kami berkomitmen untuk mendukung keluarga yang ditinggalkan,” tutur Anthony Tan.
Dalam kesempatan tersebut, Grab menyerahkan santunan duka serta memastikan dukungan berkelanjutan bagi keluarga almarhum.
Rustam, mewakili pihak keluarga, mengatakan bahwa dukungan yang datang dari manajemen Grab sangat berarti di tengah duka yang mereka alami.
“Kami sangat berterima kasih karena dari awal hingga sekarang Grab selalu ada untuk mendampingi keluarga kami,” ungkapnya.
Grab tidak hanya hadir memberikan bantuan secara material, tetapi kata dia juga dukungan moral yang membuat mereka merasa tidak sendirian.
“Harapan kami, semoga kasus yang menimpa almarhum bisa segera jelas, dan tidak ada lagi kejadian serupa menimpa keluarga lain,” imbuh dia. (*)
