Makassar,-–Pasca aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan dan membakar gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan DPRD Kota Makassar, seluruh elemen pemangku kepentingan di daerah ini bersatu menyuarakan perdamaian. Deklarasi Damai digelar di Balai Pertemuan Hasanuddin (BPH) Kodam XIV/Hasanuddin, Minggu (31/8/2025).
Acara yang digagas oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel ini dihadiri secara lengkap oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel, yang terdiri atas Pemerintah Provinsi, TNI, Polri, dan Kejaksaan. Turut hadir pimpinan perguruan tinggi, organisasi masyarakat (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), aktivis, serta berbagai tokoh masyarakat dan agama.
Deklarasi ini menjadi respons tegas untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan anarki yang terjadi beberapa waktu lalu. Selain dua gedung dewan, kerusuhan juga melahap beberapa pos keamanan, layanan PTSP, serta dua unit kendaraan di lingkungan Kantor Kejati Sulsel.
- APPI Resmi Buka Registrasi Makassar Half Maraton 2026
- Cuaca Ekstrem Landa Makassar: 29 Titik Pohon Tumbang dan 356 Warga Mengungsi
- Setiap Musim Hujan Katimbang & Paccerakkang Langganan Banjir, Wali Kota Siapkan Solusi Permanen
- Air Naik Tengah Malam, BPBD Makassar Evakuasi 53 Warga ke Kantor Kelurahan Katimbang
- Pastikan Warga Aman, Wali Kota Makassar Tinjau Lokasi Banjir Katimbang
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dalam sambutannya menekankan bahwa deklarasi ini merupakan langkah nyata untuk memulihkan ketertiban dan mencegah terulangnya insiden serupa yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.
“Ini adalah sebagai langkah untuk kemudian bagaimana Sulawesi Selatan tidak lagi ada terjadi kejadian yang kemudian yang kita tidak inginkan. Sampai harus ada korban jiwa dan sebagainya,” ujar Gubernur Andi Sudirman.
Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga komitmen perdamaian ini. “Saya berharap semua masyarakat mendukung aksi damai hari ini. Mari kita jaga Sulawesi Selatan agar tetap damai,” tegasnya.
Komitmen yang sama ditegaskan oleh Kepala Kejati Sulsel, Agus Salim. Dia menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan semua pihak dalam menegakkan hukum dan menciptakan keamanan.
“Kejati Sulsel bersama jajaran siap bersinergi antarlembaga penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan suasana yang kondusif dan aman bagi seluruh warga Sulawesi Selatan,” kata Agus Salim.
Deklarasi ditutup dengan pembacaan ikrar damai dan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh unsur yang hadir, sebagai simbol kesatuan tekad untuk membangun Sulawesi Selatan yang lebih tertib, aman, dan damai. (*)
