Makassar,–Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes., melakukan kunjungan kerja ke Rumah Gizi di Kelurahan Bakung, Kecamatan Biringkanaya, Senin (8/9/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan keakuratan penyaluran dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi sasaran penerima, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting.
Dalam kunjungannya, dr. Nursaidah mengevaluasi secara langsung proses distribusi dan kualitas PMT yang diberikan. Ia menekankan bahwa program ini merupakan intervensi strategis yang sangat penting untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak balita serta memastikan kecukupan gizi bagi ibu hamil.
“Pemberian Makanan Tambahan ini harus benar-benar tepat sasaran. Sasaran utamanya adalah balita yang terindikasi stunting dan ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK). Ini adalah langkah konkrit kita untuk memutus mata rantai stunting di Kota Makassar,” ujar dr. Nursaidah.
- UMI-Pemkot Makassar Perkuat Kolaborasi Kesehatan Berbasis Interprofessional Education
- HUT ASITA ke-55, Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Komitmen Pemkot Makassar Kembangkan Pariwisata
- Sulsel Fokus Selesaikan 6 Kasus Sengketa Lahan Strategis, Libatkan Jaksa Khusus
- Arogansi Amerika dan Kenaifan Dunia Internasional
- Pemprov Sulsel Menang Kasasi di MA, Gubernur Sulsel: Alhamdulillah Berkah-Nya untuk Warga Manggala
Keberadaan Rumah Gizi di Bakung menjadi salah satu ujung tombak program kesehatan masyarakat. Di tempat ini, selain dilakukan distribusi PMT, juga diberikan pendampingan dan edukasi mengenai pola makan bergizi seimbang kepada para kader dan orang tua.
Kepala Dinas Kesehatan berharap, dengan monitoring langsung ini, tidak hanya memastikan akurasi data penerima, tetapi juga menjaga kualitas dan konsistensi program. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk menekan angka prevalensi stunting dan mewujudkan generasi penerus yang sehat dan berkualitas.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan oleh pemerintah benar-benar sampai dan memberikan manfaat optimal bagi yang membutuhkan. Sinergi antara kader, puskesmas, dan masyarakat sangat penting untuk kesuksesan program ini,” pungkasnya.
Kunjungan ini juga dihadiri oleh pejabat dari Puskesmas setempat dan kader kesehatan yang bertugas mendistribusikan serta memantau konsumsi PMT di wilayah tersebut. (*)
