GOWA, –Belasan warga dari Dusun Mandengeng Toa, Desa Tindang, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, turun ke jalan untuk melakukan unjuk rasa menentang aktivitas tambang ilegal yang telah beroperasi bertahun-tahun di sekitar pemukiman mereka. Aksi demo ini menyuarakan keprihatinan mendalam atas dampak yang ditimbulkan, mulai dari kerusakan jalan hingga ancaman keselamatan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari akun Instagram @makassar_iinfo, lokasi tambang galian C ilegal tersebut berada persis di kiri kanan jalan masuk ke dusun. Lubang-lubang tambang yang dalam dan menganga itu dianggap warga sebagai “lubang maut” yang mengancam setiap saat.
“Disekitar jalanan di dusun kami ada tambang yang dalam. Jalan di dusun kami rusak parah, sudah ada beberapa orang yang jatuh karena jalanan sangat licin, terutama saat hujan,” demikian salah keluh kesah warga yang viral di media sosial.
Kerusakan jalan dusun menjadi masalah utama yang langsung dirasakan warga setiap hari. Jalan yang berlumpur dan berbatu akibat lalu lalang truk pengangkut material tambang telah menyebabkan beberapa insiden warga terjatuh dari kendaraan bermotor. Warga khawatir, jika tidak segera ditangani, insiden yang lebih serius bisa terjadi.
- Pastikan Warga Aman, Wali Kota Makassar Tinjau Lokasi Banjir Katimbang
- Pegadaian Serahkan Ambulans untuk Puskesmas Perawatan Saleman
- Cuaca Ekstrem, TRC BPBD Makassar Bergerak Cepat Tangani Rumah Rusak dan Pohon Tumbang
- BPBD Makassar Aktifkan Status Siaga Darurat Bencana
- Appi Kenang Alm H Bahtiar Bakri Sebagai Sosok Penopang Politiknya
Yang paling menyakitkan bagi warga adalah bahwa aktivitas tambang ini telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya tindakan tegas dari pihak berwenang untuk menghentikannya. Mereka merasa suara dan pengaduan mereka selama ini seolah tidak didengar.
Melalui aksi demo ini dan publikasi di media sosial, warga berharap suara mereka sampai ke pemangku kebijakan tertinggi. Mereka memohon dengan sangat kepada Bupati Gowa untuk mengatasi masalah ini.
Mereka mendesak agar tambang ilegal ini dihentikan total secara permanen dan jalanan dusun mereka yang rusak parah segera diperbaiki agar tidak lagi memakan korban.
“Semoga mendapat perhatian dari Gubernur Sulsel, Ibu Bupati Gowa, Kapolres, dan pihak berwenang lainnya agar tambang ilegal ini bisa berhenti total dan jalanan dusun kami segera diperbaiki,” tulis @makassar_iinfo dalam postingannya, mengutip harapan warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan tambang maupun pemerintah daerah setempat. Masyarakatakat terus menunggu langkah konkret sebagai wujud perlindungan terhadap warga dan lingkungannya.(*)
