Makassar,–Jumlah kasus baru HIV di Makassar yang berhasil dideteksi hingga semester I 2025 ini mencapai 454 kasus dari 23.311 orang yang diperiksa.
Hal itu terungkap saat Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi dari Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya (YPKDS) Sulawesi Selatan) di Ruang Wakil Wali Kota, Kantor Wali Kota Makassar, Kamis (2/10/2025).
Pada pertemuan itu terungkap, data Kasus HIV di Makassar, 2023 sebanyak 1.015 kasus baru dari 57.690 orang yang diperiksa, 2024 sebanyak 925 kasus baru dari 48.139 orang yang diperiksa, dan Semester I 2025 sebanyak 454 kasus baru dari 23.311 orang yang diperiksa.

Merujuk pada data itu diketahuo, meski jumlah kasus baru HIV di Makassar menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir, namun rasio temuan kasus terhadap jumlah orang yang diperiksa masih tergolong tinggi. Data yang dihimpun hingga semester pertama tahun 2025 mencerminkan tantangan serius dalam pengendalian HIV di kota ini.
Pada tahun 2023, tercatat 1.015 kasus baru dari total 57.690 orang yang diperiksa. Tahun berikutnya, 2024, jumlah kasus baru turun menjadi 925 dari 48.139 pemeriksaan. Sementara hingga semester I 2025, ditemukan 454 kasus baru dari 23.311 orang yang telah menjalani pemeriksaan.
Jika dilihat dari rasio temuan, pada 2023 sekitar 1,76% orang yang diperiksa terdeteksi HIV. Tahun 2024, rasio itu sedikit meningkat menjadi 1,92%. Sedangkan hingga pertengahan 2025, rasionya mencapai 1,95%.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah absolut kasus baru menurun, persentase temuan per jumlah pemeriksaan justru naik. Hal ini mengindikasikan masih adanya potensi penyebaran HIV yang tinggi di masyarakat, terutama pada kelompok-kelompok yang belum terjangkau pemeriksaan secara masif.
Penurunan jumlah orang yang menjalani pemeriksaan juga menjadi sorotan. Dari 57.690 orang pada 2023 menjadi 48.139 di 2024, dan hanya 23.311 orang hingga pertengahan 2025. Jika tren ini terus berlanjut, dikhawatirkan banyak kasus tidak terdeteksi dan berisiko menularkan ke orang lain tanpa disadari.
Wawali Dukung Edukasi Pencegahan HIV/AIDS
Dalam pertemuan tersebut, YPKDS Sulsel memaparkan program yang selama ini dijalankan, khususnya dalam sosialisasi bahaya HIV di masyarakat.
Mereka menegaskan komitmen untuk terus melakukan edukasi pencegahan HIV/AIDS dan berharap adanya dukungan serta kolaborasi bersama Pemerintah Kota Makassar.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengapresiasi kiprah YPKDS dalam mendampingi masyarakat dalam upaya menekan angka penularan HIV/AIDS.
“Kami berterima kasih atas silaturahmi dan kontribusi nyata dari YPKDS. Pemerintah Kota Makassar mengapresiasi program yang dijalankan terkait penanganan HIV, dan kami mendukung dalam upaya menekan angka kasus HIV di Makassar,” ujar Aliyah Mustika Ilham.
Kepala Dinas Sosial, Andi Bukti Djufri, menyampaikan bahwa angka kasus HIV di Makassar masih jadi perhatian khusus dan pihaknya siap mendukung program-program positif seperti yang dijalankan YPKDS.
Sekretaris Dinas Dukcapil Makassar, Andi Salman Baso, menegaskan kesiapannya membantu masyarakat, khususnya penyintas HIV/AIDS, dalam pengurusan dokumen kependudukan agar tetap mendapatkan hak administratifnya.
Tren penularan masih didominasi oleh kelompok Lelaki Sesama Lelaki (LSL) dan kasus telah menyebar ke berbagai kecamatan di Makassar.
- UMI-Pemkot Makassar Perkuat Kolaborasi Kesehatan Berbasis Interprofessional Education
- HUT ASITA ke-55, Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Komitmen Pemkot Makassar Kembangkan Pariwisata
- Sulsel Fokus Selesaikan 6 Kasus Sengketa Lahan Strategis, Libatkan Jaksa Khusus
- Arogansi Amerika dan Kenaifan Dunia Internasional
- Pemprov Sulsel Menang Kasasi di MA, Gubernur Sulsel: Alhamdulillah Berkah-Nya untuk Warga Manggala
Pemerintah Kota Makassar akan terus berupaya memperkuat layanan kesehatan di sejumlah puskesmas, edukasi masyarakat, distribusi alat pelindung, serta kampanye pencegahan bagi kelompok muda dan populasi kunci.
Turut hadir dalam audiensi ini, Kepala Badan Kesbangpol, Fathur Rahim, Kabid Dinas Kesehatan, Andi Mariani, Sekretaris Dinas Pendidikan, Noptiadi, Kepala Dinas Sosial, Andi Bukti, Kabid Pemenuhan Hak Anak DP3A, Anriany Saleh, Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora, Muh. Dasysyara Dahyar, Sekretaris Dinas Dukcapil, Andi Salman Baso, dan Kepala Bagian Kesra, Moh. Syarief.
Sementara dari YPKDS Sulsel hadir, Konsultan Program/Paralegal Officer, Ahmad Wildan Adnan, Ketua Sekretariat Daerah Jaringan Indonesia Positif Sulsel, Muh. Akbar Abdullah, Manajemen YPKDS Sulsel, Nur Indah Hamid, dan Staf YPKDS Sulsel, A. Ary Pratama.
Audiensi ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di Kota Makassar.
Pemkot Makassar menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan komunitas, NGO, dan seluruh stakeholder dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, inklusif, dan bebas stigma terhadap penyintas HIV/AIDS. (*)
