Makassar,–Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mencatat sebanyak 440 aduan warga telah terekam melalui aplikasi Lontara+.
Hal itu terungkap dalam akun resmi IG @diskominfomks. Disebutkan, dari jumlah tersebut, sebanyak 405 aduan telah selesai atau ditutup, sementara 34 masih dalam proses penanganan dan 1 aduan ditangguhkan.
Sebanyak 32 layanan OPD aktif telah menangani 34 kategori aduan yang masuk dari berbagai wilayah kota. Data ini menunjukkan komitmen Pemkot Makassar dalam mewujudkan pemerintahan yang responsif melalui tagline “Semua Suara Terekam”.
- Di Tengah Badai Global, APBN 2025 Buktikan Ketangguhan: Defisit Terkendali 2,92%, Stimulus Capai Rp110 Triliun
- Bukan Hanya Formalitas, BPOM Apresiasi Kebijakan Makassar Atur Penggunaan Antibiotik
- “The Leaders’ Camp”: Strategi Daeng Manye Menyatukan Komando Takalar 2026
- BPBD Makassar Didik Anak-anak Hadapi Bencana Pakai VR
- KP2KP Sengkang Latih Bendahara Sekolah Menggunakan Aplikasi Coretax-DJP bagi
Dinas Perhubungan Terima Aduan Terbanyak
Berdasarkan data Lontara’, Dinas Perhubungan menjadi OPD yang paling banyak menerima aduan, disusul Perumda Air Minum (PDAM) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Adapun dari tingkat kecamatan, Tamalate, Tallo, dan Manggala termasuk wilayah yang paling banyak menyalurkan laporan masyarakat.
Sementara dari sisi kelurahan, warga Manggala menjadi yang paling aktif melapor dengan total 16 aduan, diikuti Gunung Sari (15) dan Mangasa (13).

Sampah, Drainase, dan Lampu Jalan Jadi Masalah Utama
Berdasarkan rekapitulasi jenis masalah, sampah menjadi isu paling banyak dikeluhkan warga dengan persentase 29,9%, diikuti drainase (16,2%) dan lampu jalan (14,2%).
Masalah lain yang cukup dominan adalah layanan PDAM (9,1%), jalan rusak (7,1%), serta pelayanan publik (6,6%).
Secara lokasi, fokus masalah yang banyak dilaporkan yakni:
Sampah di Kecamatan Tamalate dan Tallo (masing-masing 17 aduan)
Drainase di Kecamatan Manggala (13 aduan)
Lampu jalan di Manggala (15 aduan)
Kecamatan Padat Penduduk Paling Aktif Melapor
Dari 15 kecamatan di Makassar, Rappocini mencatat aduan terbanyak dengan 67 laporan, disusul Manggala (62), Tamalate (49), Panakkukang (44), dan Tallo (40).
Kecamatan dengan kepadatan penduduk tinggi ini menunjukkan tingkat partisipasi warga yang juga lebih besar dalam memanfaatkan kanal pengaduan Lontara’.
Pemkot Bukti Nyata Fast ResponseDiskominfo Makassar mencatat bahwa mayoritas aduan serius berasal dari sektor persampahan dan drainase. Pemkot pun menegaskan komitmennya untuk merespons cepat setiap laporan warga. (*)
