Dosen UMI Perkuat Edukasi Halal dalam Digitalisasi Pembelajaran Bahasa Inggris di Bone

BONE,-–Di tengah pesatnya perkembangan digital, integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris menjadi sebuah keharusan. Namun, pemanfaatan platform digital di lingkungan pendidikan madrasah memerlukan panduan yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Menjawab kebutuhan ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Penguatan Edukasi Halal dalam Digitalisasi Pembelajaran Bahasa Inggris” bagi guru dan siswa MA Baytul Mukarromah, Kabupaten Bone, pada Jumat (10/10/2025).

Kegiatan yang digelar di bawah naungan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat UMI (LPkM UMI) ini diikuti secara antusias oleh peserta.

Pembina Yayasan Baitul Al Mukarromah Bone, Anton Tofik, SH, menyambut baik inisiatif ini. Ia menekankan bahwa literasi digital bagi guru dan siswa madrasah tidak hanya tentang kompetensi teknis, tetapi juga kebijaksanaan dari perspektif etika Islam.

“Siswa dan guru di madrasah membutuhkan literasi digital yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga bijak dalam perspektif etika Islam,” ujar Anton Tofik melalui pesan WhatsApp.

Tim PkM UMI, yang terdiri dari Salmia Syarifuddin, S.S., M.Pd. (kerap disapa Mia), Dr. Abdollah, M.M., M.Pd., dan Irmawaty Hasyim, S.S., M.Hum., merancang program yang komprehensif dan berkelanjutan.

Fokusnya tidak sekadar memperkenalkan alat digital, melainkan membekali peserta kemampuan untuk menilai dan memilih konten yang sesuai nilai Islam. Komponen etika digital (digital ethics) menjadi landasan utama pelatihan, mengajarkan peserta untuk bijak, bertanggung jawab, dan sesuai syariat dalam memanfaatkan teknologi.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi berbagi (sharing session) yang melibatkan secara aktif siswa dan guru bahasa Inggris. Pada sesi ini, tim PkM juga melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Sastra Inggris Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan (FSIKP) UMI.

Mereka berbagi pengetahuan tentang berbagai sumber dan materi ajar bahasa Inggris berbasis digital yang mengusung konsep halal. Peserta diajak mengeksplorasi platform pembelajaran digital yang aman, mendidik, dan sesuai karakter Islami.

Diskusi interaktif dalam sesi ini menciptakan pertukaran pengalaman dan pemahaman bersama tentang pentingnya menjaga adab dan etika di dunia digital.

Melalui program ini, tim berharap dapat menciptakan model penguatan literasi digital berbasis nilai Islam di lingkungan madrasah. Tujuannya, siswa MA Baytul Mukarromah dapat tumbuh sebagai generasi yang cakap digital namun tetap teguh memegang nilai-nilai keislaman.

“Integrasi konsep halal dalam pembelajaran digital ini menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu menjaga identitas Islami di tengah arus digitalisasi global,” pungkas Mia, Ketua Tim PkM UMI. (*)

Tinggalkan komentar