Makassar,–Ada suami laporkan istri ke Aplikasi Lontara+. Sang istri disebut langsung berubah sikap setelah lulus dan terangkat PPPK.
Laporan itu diketahui ketika Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, ke Command Center Kota Makassar pada Sabtu (11/10/2025).
Hal itu terungkap ketika Wamendagri menanyakan ada laporan apa yang hari ini masuk.
Kepala Diskominfo, Dr. Muhammad Roem, yang mendampingi Bima Arya langsung memperlihatkan layar besar command centre di lantai 7 Gedung Makassar Government Center (MGC) yang menampilkan data aduan masyarakat, lengkap dengan status tindak lanjutnya, bukti nyata transformasi digital pelayanan publik di Kota Makassar.
“Hari ini apa yang baru,” tanya Wamendagri.
“Ini ada laporan istri sudah lolos PPPK tapi berubah sikap ke suaminya. Dilaporkan ke sini juga,” jawab Kadis kominfo sambil memperlihatkan laporan warga tersebut.
Selain laporan, sang suami juga mengirimkan video sang istri. “Mohon Ditegur pak kalau perlu cabut SK-nya pak, saya tidak suka, dia kalu jam kerja, kerjanya hanya joget-joget,” Lapor sang suami di Lontara+
Melihat hal itu Wamendagri dan Kadis kominfo tersenyum-senyum melihat laporan itu.
- Di Tengah Badai Global, APBN 2025 Buktikan Ketangguhan: Defisit Terkendali 2,92%, Stimulus Capai Rp110 Triliun
- Bukan Hanya Formalitas, BPOM Apresiasi Kebijakan Makassar Atur Penggunaan Antibiotik
- “The Leaders’ Camp”: Strategi Daeng Manye Menyatukan Komando Takalar 2026
- BPBD Makassar Didik Anak-anak Hadapi Bencana Pakai VR
- KP2KP Sengkang Latih Bendahara Sekolah Menggunakan Aplikasi Coretax-DJP bagi
Dipuji Wamemdagri
Wamendagri mengatakan, sistem digital yang dibangun Pemkot Makassar akan menjadi salah satu pilot project sistem emergency satu atap di Indonesia.
Sistem ini mengintegrasikan berbagai layanan darurat dan aduan publik dalam satu platform digital, agar penanganan setiap persoalan warga bisa lebih cepat dan terkoordinasi.
Dia datang menggunakan kenderaan umum Bajaj Maxride modern ramah lingkungan yang menjadi moda transportasi rendah emisi di kota ini.
Menurutnya, keberadaan MGC bukan hanya sebagai pusat pelayanan publik, tetapi juga pusat kendali pengawasan kota dan inovasi ekonomi digital.
Melalui aplikasi Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar (LONTARA+), warga kini dapat mengakses berbagai kebutuhan layanan hanya dalam genggaman.
Aplikasi tersebut mencakup layanan administrasi kependudukan, pendidikan, bantuan sosial, kesehatan, perizinan usaha, informasi lowongan kerja, hingga fitur tanggap darurat dan pembelian tiket stadion.
Semua terhubung dalam satu sistem yang dikelola secara terintegrasi oleh Pemkot Makassar.
“Hari ini saja, laporan-laporan masuk bisa langsung ditindaklanjuti. Bahkan ada kasus ASN yang baru diterima P3K tapi berubah sikap, langsung dilaporkan lewat sistem ini,” tuturnya.
“Jadi pengawasan dan pembinaan bisa dilakukan secara cepat,” lanjut Bima Arya sambil tersenyum.
Wamendagri itu menegaskan, dari hasil kunjungannya, Makassar termasuk dalam empat kota dengan digitalisasi birokrasi terbaik di Indonesia.
Dia berharap inovasi ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun pemerintahan yang efisien, transparan, dan melayani dengan sentuhan teknologi.
“Insya Allah, Makassar akan jadi salah satu model nasional untuk sistem pelayanan digital terintegrasi. Ini bukti nyata kota yang bertransformasi menuju pemerintahan cerdas,” pungkasnya. (*)
