doctorSHARE Seminarkan Refleksi Dua Tahun Rumah Sakit Kapal untuk Daerah Sulit Akses

Jakarta,–Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Refleksi Dua Tahun Layanan Kesehatan di Daerah Belum Tersedia Fasilitas Kesehatan Memenuhi Syarat (DBTFMS) melalui Rumah Sakit Kapal (RSK)”. Seminar ini menjadi ruang diskusi penting bagi pemerintah, BPJS Kesehatan, akademisi, dan tenaga kesehatan untuk mengevaluasi strategi pemerataan layanan kesehatan di wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.

Selama dua tahun terakhir, Rumah Sakit Kapal doctorSHARE—RSA dr. Lie Dharmawan II dan RSK Nusa Waluya II—telah melakukan pelayanan kesehatan di berbagai daerah yang minim fasilitas kesehatan. Namun, data menunjukkan masih banyak tantangan dalam implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk rendahnya jumlah peserta BPJS aktif di wilayah DBTFMS.

Selama pelayanan 2 tahun ini sudah terdapat 7 lokasi yang dilayani dengan jumlah 14.220 pasien yag mendapatkan manfaat medis namun 43% belum terlindungi BPJS Kesehatan. Kondisi ini menggambarkan perlunya penguatan strategi pemerataan akses agar JKN benar-benar menjangkau seluruh masyarakat.

Seminar ini menghadirkan pemangku kepentingan utama sebagai keynote speaker antara lain Redemtus Alfredo Sani Fenat, sebagai Asisten Deputi Peningkatan Sumber Daya Kesehatan Kemenko PMK; dr. Mahesa Paranadipa Maykel MH, MARS sebagai anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN); dr. Nur Indah Yuliaty, MARS, AAK, sebagai Asisten Deputi Bidang Kerja sama Fasilitas Kesehatan, BPJS Kesehatan; dan Tutuk Utomo Nuradhy sebagai Ketua Pengurus Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE).

Para narasumber membahas tantangan dan peluang inovasi layanan kesehatan bergerak, khususnya melalui model Rumah Sakit Kapal yang dapat menjangkau masyarakat di wilayah dengan kondisi geografis ekstrem. Seminar ini dihadiri oleh lintas kementerian dan lembaga, akademisi, pengelola RSK, dan NGO.

Ketua Pengurus Yayasan Dokter Peduli, Tutuk Utomo Nuradhy, menyampaikan bahwa seminar ini merupakan langkah penting untuk mendorong kolaborasi lintas sektor: “Rumah Sakit Kapal telah membuktikan bahwa layanan kesehatan yang adaptif bisa menjadi jembatan bagi daerah yang selama ini tidak tersentuh fasilitas kesehatan memadai. Kami berharap hasil diskusi hari ini menjadi dorongan nyata agar akses JKN semakin merata hingga ke wilayah paling terpencil”.

Tinggalkan komentar