
Disiplin adalah salah satu kunci utama kesuksesan Prof Dr Ir Batara surya ST MSi dalam menjalani
kehidupannya sebagai seorang ilmuwan. Karena kedisiplinanlah dia akhirnya mendapat gelar sebagai
satu dari 2% ilmuwan berpengaruh di dunia.
Berkat kedisiplinan pulalah sehingga dia bisa mencapai puncak manajerial di universitas tempatnya
mengabdi, Universitas Bosowa.
Batara mengaku mendapatkan pelajaran tentang kedisiplinan ban dari bangku pendidikan formal,
melainkan dari perjalanan kehidupan sebagai anak seorang tentara.
Batara adalah putra seorang abdi negara yang sehari-hari menerapkan kedisiplinan sebagai bagian
dari kehidupan. Hidup sebagai anak seorang tentara mengajarkannya agar selalu bisa mengatur
waktu dengan efektif.
Ayahnya adalah seorang anggota TNI yang ditugaskan di Bone. Batara lahir saat ayahnya bertugas di
kabupaten ini. Di Bone pula dia mulai bersekolah dari SD hingga SMP.
Sejak di bangku SD, Batara sudah menunjukkan kecerdasannya. Dia tak pernah lepas dari tiga besar
siswa terbaik di kelasnya. Hal itu terus berlanjut hingga dia duduk di SMP.
Kehidupan Batara sebagai anak seorang anggota TNI memang tak selalu menyenangkan. Dia sempat
berpindah-pindah tempat. Saat naik ke jenjang SMA, dia harus rela pindah ke Kabupaten Enrekang.
Dia duduk sebagai salah satu siswa di SMA 229 Cakke, Enrekang. Dia memilih Jurusan Fisika yang
isinya hanya terdiri dari 15 orang siswa saja.
Setelah tamat, dia lalu hijrah ke Makassar dan kuliah di Universitas 45. Dia memilih mengambil
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota. Alasannya simpel, perkembangan kota terus berlangsung
sehingga tentunya dibutuhkan tenaga-tenaga profesional yang bisa merancang kota dengan baik di
masa depan.
Di kampus inilah dia menimba ilmu sekaligus mengabdikan diri sebagai pengurus organisasi
kemahasiswaan. Dia pun tak pernah ketinggalan dalam berbagai aktivitas kelembagaan. Meski
berstatus aktivis, namun prestasi akademiknya tak tertinggal bahkan dia berhasil menyelesaikan
kuliahnya dengan predikat Cum Laude.
Padahal dari segi waktu, Batara nyaris tak memiliki waktu banyak untuk belajar. Dia harus membagi
waktunya sebagai aktivis mahasiswa dan sekaligus mencari nafkah untuk membiayai kuliahnya.
Dia harus bekerja di berbagai proyek yang dikerjakan oleh dosennya untuk mendapatkan biaya
kuliah. Dia mengaku sangat beruntung mendapatkan dosen yang tak hanya membimbingnya dalam
pendidikan tapi juga dalam pekerjaan.
Salah satu dosen yang dihormati dan menjadi panutannya adalah Prof Dr Ir Ananto Yudono. Dia
mengaku mendapat banyak bimbingan dari guru besar ini.
Cum Laude tak hanya diraih saat di jenjang S1 saja. Saat melanjutkan kuliahnya di S2 Manajemen
Perkotaan Unhas dan S3 di Sosiologi Spasial UNM pun diselesaikan dengan predikat yang dam yaitu
Cum Laude.
Karena prestasi akademiknya itulah Batara diangkat menjadi dosen di Universitas 45 tak lama
setelah ia menyelesaikan S1.
Selain sebagai dosen, Batara sering kali menjadi konsultan ahli di berbagai pemerintah kota di
seluruh Indonesia. Bahkan pada tahun 2010-2017, dia pernah menjabat sebagai staf ahli
Kementerian PUPR – Pengembangan Pemukiman Perkotaan dan tahun 2017 juga menjadi Dewan
Pakar INKINDO bidang perencanaan wilayah dan kota.
Sebagai seorang dosen, dia sangat aktif melakukan penelitian dan karya ilmiah. Karya-karyanya
masuk ke dalam jurnal-jurnal internasional.
Hasil penelitian dan karya tulis Batara Surya itulah berhasil membawanya untuk dinobatkan sebagai
top 2% ilmuwan teratas berpengaruh dari 100 ribu saintis terbaik di dunia pada tahun 2021.
Pemeringkatan tersebut, peneliti digolongkan dalam 22 bidang dan 176 sub bidang keilmuan.
Pemeringkatan itu dipublikasikan pada Data for Updated Science-Wide Author Databases of
Standardized Citation Indicators. Prof Batara Surya juga memiliki jurnal internasional terindeks
scopus sebanyak 35 karya ilmiah.
Selain itu, Prof Batara Surya juga tercatat sebagai penulis jurnal dengan pemegang sitasi terbanyak
ketiga dunia dalam Society of Open Innovation Award yang diselenggarakan oleh Journal of Open
Innovation (JOI) Technology, Market & Complexity (EIC).
Editor in Chief JOI Prof. Jin Hyo Jospeh Yun mengumumkannya langsung pada konferensi
Internasional secara virtual, memaparkan bahwa dari sembilan jurnal yang masuk dalam nominasi
JOI EIC ini, Prof. Batara berhasil mendapatkan peringkat ketiga dengan mengantongi 13 sitasi
berjudul Economic Growth, Increasing Productivity of SMEs, and Open Innovation.
Selain jurnal, dia juga menulis beberapa buku referensi perkuliahan seperti pemberdayaan ekonomi
masyarakat tentang masalah lingkungan hidup, kemudian masalah kasus perkotaan.
Batara Surya meraih gelar profesornya di usia 40 tahun pada tahun 2016 di Bidang Perencanaan
Wilayah dan Kota Bidang Ilmu Analisa Lokasi dan Pola Keruangan.
Pada 2022 Batara Surya dilantik menjadi rektor Universitas Bosowa yang sebelumnya bernama
universitas 45. Namun sebelumnya, dia sempat menduduki kursi direktur pascasarjana unibos pada
2018-2022.
Biodata:
Prof. Dr. Ir. Batara Surya, ST., M.Si
Tempat/Tanggal Lahir : Panincong Kab. Bone 13 Januari 1974
Profesi : Peneliti-Guru Besar
Riwayat Pendidikan :
(S1) Perencanaan Wilayah dan Kota
(S2) Manajemen Perkotaan
(S3) Sosiologi Spasial
Riwayat Pekerjaan :
- Kepala Studio Arsitektur Universitas 45 Tahun 1996
- Sekertaris Jurusan PWK Universitas 45 Tahun 1998-2001
- Ketua Jurusan PWK S1 Universitas 45 Tahun 2002-2006
- Ketua Jurusan PWK S2 Universitas 45 Tahun 2010-2018
- Direktur Pascasarjana Universitas Bosowa Tahun 2018-2022
- Rektor Universitas Bosowa 2022- sekarang
Riwayat Organisasi : - Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI & Polri (FKFFI) Makassar
Tahun 1995-2000 - Dewan Pakar Forum Komunikasi Perencanaan Wilayah dan Kota (FKPWK)
Sulawesi Selatan 2010-Sekarang - Dewan Pakar Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Sulawesi Selatan
Tahun 2018-2022 - Dewan Pakar Persatuan Konsultan Indonesia (PERKINDO) Sulawesi Selatan Tahun
2018-2022 - Koordinator Dewan Pakar Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Sulawesi Selatan Tahun
2019-2023 - Ahli Utama Perencanaan Wilayah dan Kota (IAP) 2005-Sekarang
Riwayat Staf Ahli Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat - Staf Ahli PEMDA Kabupaten Luwu
- Staf Ahli PEMDA Kabupaten Tana Toraja
- Staf Ahli PEMDA Kabupaten Enrekang
- Staf Ahli PEMDA Kabupaten Sidrap
- Staf Ahli Bidang Tata Ruang PEMDA Kota Makassar
- Staf Ahli PEMDA Kabupaten Takalar
- Staf Ahli PEMDA Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara
- Staf Ahli PEMDA Provinsi Maluku Utara
- Staf Ahli PEMDA Kabupaten Bulukumba
- Koordinator Tim Evaluasi SPPIP Wilayah Timur Indonesia Bidang Cipta Karya
Direktorat Pengembangan Permukiman Kementerian PUPR Tahun 2010-2017 - Koordinator Tim Evaluasi RP2KPP Wilayah Sulawesi dan Kalimantan Bidang
Cipta Karya Tahun 2015-2018 - Koordinator Tim Evaluasi Kotaku Wilayah Sulawesi Program Penanganan
Permukiman Kumuh Tahun 2017-2020 Kementerian PUPR - Staf Ahli Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat
Pengembangan Permukiman Tahun 2010-2018 - Staf Ahli BKPRD Provinsi Sulawesi Selatan 2019- sekarang
- Staf Ahli Penyusunan RANPERDA Penanganan dan Pengendalian Permukiman
Kumuh Kota Makassar Tahun 2021 - Staf Ahli BAPPEDA dan Balikbanda PEMDA Kota Makassar Tahun 2019-
Sekarang
Sumber: Buku Tokoh Sulsel 2021-2023






