
Pangkep,–Meski kondisi hujan dan angin kencang, Tim Gabungan Pencarian Korban ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung tetap diturunkan, Selasa (20/1/2026).Â
Sebanyak tujuh tim SAR kembali diberangkatkan untuk melakukan evakuasi dan pencarian terhadap delapan korban tersisa.
Danrem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan kepada wartawan mengatakan hal itu usai melakukan apel pemberangkatan di Posko AJU Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep.
- JNE Content Competition 2026 Dibuka, Hadiah Ratusan Juta hingga Umrah & Holy Land
- Kantor Baru DWP Diresmikan, Wali Kota Munafri Tekankan Peran Pemberdayaan Keluarga
- DJP Sulselbartra Apresiasi Pemkot Makassar, Munafri Jadi Panutan Lapor SPT Lebih Awal
- Mendag Pantau Pasar Terong hingga Ritel Modern, Harga Pangan Makassar Relatif Terkendali
- Munafri Minta Warga Jaga Ketertiban, Hindari Konvoi Tembak-Tembakan
Dia menyebut, tujuh tim yang berangkat, masing-masing terdiri atas dua tim evakuasi dan lima tim pencarian.
“Tim evakuasi ini adalah evakuasi jenazah pertama dan kedua. Nah sekarang kita juga menambah satu sektor di ekor,” ujarnya.
Meskipun cuaca terbilang ekstrem, namun Andre optimis bahwa upaya pencarian tetap bisa membuahkan hasil.
“Selama ini kan kita fokus jenazah, ini mulai masuk ke ekor. Kondisi kita akan tetap masuk walaupun teman-teman lihat sendiri hujan badai, tapi kita paksa naik untuk tetap mencari,” sebutnya.
Dikatakan Andre, selain tujuh tim ini, pada Senin (19/1/2026) malam juga telah diberangkatkan tim untuk melakukan evakuasi.
“Ada juga tim yang sudah bermalam dari tadi malam. Tadi malam mereka sudah standby di sana karena mengejar kalau ada terang. Tapi ternyata masih tetap gelap kan,” ucapnya.
Mengenai posisi kedua korban yang telah ditemukan saat ini, Andre menuturkan bahwa telah ada pergerakan dari titik awal.
“Korban kedua sudah di lereng, yang pertama kita usahakan bisa turun,” Andre menuturkan.
Kata dia, dalam kondisi cuaca seperti saat ini, pihaknya akan mencari jalur yang menjangkau desa terdekat.
“(Evakuasi udara) Ini jelas sudah tidak mungkin. Kita evakuasi darat, karena ini untuk mengejar keluarga korban mendapatkan kepastian,” kuncinya. (*)




