
Rusdi Masse tak pernah melupakan jasa Sadikin Aksa, anak pengusaha sukses HM Aksa Mahmud. Berkat jasa Sadikinlah, Rusdi berhasil mengubah nasibnya dari seorang buruh menjadi seorang pengusaha ekspedisi, lalu bertransformasi menjadi politisi.
Rusdi Masse lahir di Rappang pada 3 Maret 1973. Dia menghabiskan masa kecil di Rappang. Jenjang pendidikan Sekolah dasar dan SMP di tuntaskannya di Rappang. Lalu melanjutkan sekolah di SMA Karya 2 Ujung Pandang.
Usai menyelesaikan pendidikannya di tingkat SMA, Rusdi lalu berfikir untuk mencari nafkah untuk menghidupi dirinya. Dia pun memilih untuk merantau ke ibukota.
Dengan hanya berbekal uang Rp75 ribu, dia nekat bertaruh nasib di Jakarta. Dia tak tak pernah memilih-milih pekerjaan. Apapun dia lakukan untuk menyambung kehidupannya di ibukota.
Pelabuhan tanjung Priok menjadi pilihannya untuk bekerja. Dia menjadi buruh mengatur kendaraan yang akan dikirim. Sering kali dia juga berperan sebagai sopir.
Di sinilah dia bertemu dengan Sadikin Aksa. Saat itu dia masih berprofesi sebagai tukang susun mobil di pelabuhan.
Kebetulan waktu itu salah satu perusahaan Bosowa dipercayakan untuk mengangkut kendaraan. Dia diberi upah Rp1000 per unit kendaraan yang diatur. Dalam sehari terkadang dia memperoleh Rp100 ribu.
Mengamati aktivitas itu setiap hari, membuatnya terpacu untuk ikut di bisnis ekspedisi kendaraan itu.
Pertama kali terjun di bisnis ini, yakni pada tahun 1997. Saat itu dia mengirim sebanyak 92 unit mobil. Saat itu dia mendapatkan keuntungan sebesar Rp45 juta.
Lambat laun, dia berfikir untuk memiliki armada sendiri. Dia juga ingin memiliki kapal sendiri untuk usaha jasa pengiriman kendaraan bermotor.
Dia menilai bisnis ekspedisi kendaraan bermotor pasti memiliki potensi yang besar di Indonesia.
Negara ini terdiri dari pulau-pulau. Sementara permintaan kendaraan baik itu roda dua maupun roda empat selalu mengalami kenaikan. Permintaannya cukup tinggi.
Dia pun akhirnya memberanikan diri untuk memiliki kapal laut pengangkut kendaraan. Didesain khusus untuk mengangkut kendaraan.
Rusdi bercerita dia mendapatkan pinjaman dari Sadikin Aksa untuk pengadaan kapal melalui Bank Kesawan, Dia pun lalu membeli kapal. Kapal itu lalu didesain oleh PT IKI Makassar sesuai dengan desain yang dia inginkan.
Beberapa hari sebelum kapal itu di Jakarta, dia sudah ‘memprospek’ sejumlah pengusaha pemilik dealer motor. Dia mempresentasikan bagaimana konsep kapal yang dimilikinya. Apa yang diharapkannya berhasil terwujud.
Sejumlah dealer motor di Jakarta berlomba untuk menggunakan jasa angkutan kapal miliknya.
Karena permintaan membludak, dia akhirnya memutuskan untuk menambah armada lagi. Dia kembali menghubungi Bank Kesawan untuk pengadaan kapal baru.
Armada miliknya kian tahun kian bertambah hingga mencapai puluhan armada yang khusus untuk mengangkut kendaraan ke pulau-pulau di Indonesia.
Menurut Rusdi, hal itu semua bisa terwujud izin Allah SWT serta keberanian dalam mengambil keputusan.
Selain itu, dia menekankan untuk menjaga kepercayaan dalam menjalankan usaha. Karena kepercayaan inilah modal utama seorang pengusaha.
Keberhasilannya di dunia usaha, yang memulai dari nol itu mendapat apresiasi banyak pihak, utamanya dari komunitas Saudagar Bugis Makassar (SBM). Bahkan pada satu Pertemuan Saudagar Bugis Makassar ke-13 di tahun 2012, dia dapuk untuk menceritakan pengalamannya kepada para peserta yang hadir. PSBM kali itu digelar di Menara Bosowa.
Dikutip dari Bisnis.Com, Rusdi mengaku bahwa pencapaiannya saat ini tak lain berkat dorongan Erwin Aksa dan Sadikin Aksa. Bahkan dia menganggap keduanya sebagai bos, karena dirinya banyak belajar dari mereka berdua.
Bukan hanya sebagai mentor, tetapi juga dalam hal meminta pertimbangan dalam persoalan-persoalan lainnya. Seperti tatkala dia akan masuk bertarung memperebutkan kursi Bupati Sidrap. Keduanya memberikan lampu hijau atas niatnya.
Sebelum mencalonkan diri sebagai Bupati Sidrap, Rusdi sudah lebih dulu masuk dunia politik melalui Partai Bintang reformasi (PBR). Dia berhasil lolos sebagai anggota DPRD Kabupaten Sidrap dari PBR pada 2004-2007.
Setelah duduk di dewan, dia berhasil menjadi Ketua DPC PBR Sidrap. Lalu masuk di jajaran pengurus wilayah Sulsel sebagai sekretaris.
Pada 2008, Rusdi terpilih menjadi Bupati Sidrap. Dia merupakan bupati termuda di Indonesia saat itu.
Tak lama setelah itu, Rusdi Masse akhirnya pindah partai. Dia memilih masuk ke Partai Golkar dan menjadi Ketua Partai Golkar di Sidrap. Dia pun berhasil mendongkrak perolehan kursi Partai Golkar di DPRD Sidrap dari empat kursi menjadi sembilan.
Kepindahannya ini pun semakin mempermulus jalannya untuk kembali memimpin Kabupaten Sidrap pada periode kedua yakni 2013-2018.
Selanjutnya, Rusdi kembali berpindah partai. Dia berlabuh di Partai NasDem. Bahkan dipercaya untuk memimpin DPW Partai NasDem Sulsel. Dia pun mengajak sejumlah tokoh untuk bergabung di partai ini. Termasuk mengajak Syahrul Yasin Limpo.
Kepiawaiannya di dunia politik ternyata berhasil membawa sosok yang memiliki inisial RMS ini masuk ke semaya. Dia termasuk salah satu tokoh politik Sulsel yang duduk di DPR RI periode 2019-2024. Dan kembali duduk periods 2024-2029.
Ia tercatat berasal dari Daerah Pemilihan Sulsel 3, meliputi Sidrap, Enrekang, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, Toraja Utara, Pinrang, dan Kota Palopo.
Biodata
Rusdi Masse Mappasessu
Tempat Lahir / Tgl Lahir: Rappang / 03 Maret 1973
Profesi : Pengusaha – Politisi
Riwayat Pendidikan
SD 05 Rappang 1981 – 1986
SMP Negeri 01 Rappang 1986 – 1989
SMA Karya 2 Ujung Pandang 1989 – 1992
Riwayat Pekerjaan
Owner PT Banyumas Jaya Mandiri
Anggota DPRD Sidrap 2004 – 2007
Bupati Sidrap 2008 – 2013
Bupati Sidrap 2013 – 2018
Anggota DPR RI 2019-2024
Riwayat Organisasi
Ketua DPW Partai NasDem Siulsel 2016 – sekarang
Ketua DPD Partai Golkar Sidrap 2009 – 2016
Sekretaris Wilayah partai Bintang Reformasi 2005 – 2010
Ketua DPC Partai Bintang Reformasi Sidrap 2005 – 2010.
Sumber: Buku Tokoh Sulsel 2021-2023






