MAKASSAR – Perkembangan kota yang pesat seringkali mengorbankan ketenangan dan kualitas ruang hidup. Merespons hal ini, KALLA Land melalui produk unggulannya, Bukit Baruga, menghadirkan solusi hunian terpadu yang dirancang khusus untuk menciptakan keseimbangan antara dinamika urban dan lingkungan yang asri.

Kawasan ini dikembangkan dengan konsep matang sebagai ruang hidup yang tertata, jauh dari hiruk pikuk, namun tetap mempertahankan konektivitas optimal dengan pusat aktivitas dan fasilitas kota Makassar.
Filosofi Hunian: Tenang Tanpa Terisolasi
Chief Operating Officer KALLA Land, M Natsir Mardan, menekankan bahwa ketenangan merupakan kebutuhan utama masyarakat urban modern. “Ritme kota yang cepat menuntut adanya ruang pulang yang benar-benar memberi rasa tenang. Bukit Baruga dirancang agar penghuni dapat beristirahat, bernapas, dan menikmati kualitas hidup yang lebih seimbang,” jelas Natsir pada Sabtu (24/1/2025).
Elemen utama yang membangun atmosfer tersebut adalah tata ruang yang lapang, proporsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang signifikan, serta pengelolaan lingkungan yang terintegrasi. Berbeda dengan hunian umum, kawasan ini menawarkan harmoni antara privasi, ketenangan, dan aksesibilitas.
“Ketenangan tidak harus berarti menjauh dari kota. Melalui perencanaan kawasan yang terintegrasi, Bukit Baruga justru menghadirkan hunian yang tenang namun tetap terkoneksi dengan aktivitas dan fasilitas perkotaan,” tambahnya.
Nilai Unggul: Keseimbangan sebagai Solusi
Nilai utama yang diusung Bukit Baruga adalah keseimbangan trilogi: kenyamanan, ketenangan, dan konektivitas. Kombinasi ini menjawab kebutuhan masyarakat urban yang menginginkan peningkatan kualitas hidup tanpa mengorbankan kemudahan mobilitas dan akses terhadap fasilitas penunjang.
Kawasan hunian terpadu ini diproyeksikan tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai sebuah ekosistem hidup yang mendukung kesejahteraan penghuninya.
Komitmen Berkelanjutan
Kedepannya, pengembangan Bukit Baruga akan terus berfokus pada menjaga harmoni antara elemen lingkungan, hunian, dan dinamika gaya hidup modern. “Dengan pendekatan ini, Bukit Baruga akan tetap relevan sebagai kawasan hunian berkualitas yang menjawab kebutuhan masyarakat masa kini dan mendatang,” tutup Natsir.
Kehadiran Bukit Baruga menandai sebuah pendekatan baru dalam pengembangan properti di Makassar, yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penciptaan nilai hidup dan komunitas yang berkelanjutan. (*)




