Site icon macassar.id

Kursi DPR RMS Kosong, Siapa Penggantinya? Peluang Beralih ke Hayarna Basmin

JAKARTA – Mundurnya Rusdi Masse (RMS) dari Partai Nasdem membawa konsekuensi langsung pada posisinya di Senayan. Politikus senior Sulawesi Selatan itu secara otomatis mengosongkan jabatannya sebagai Anggota DPR RI dapil Sulsel 3 sekaligus posisi Wakil Ketua Komisi III DPR, yang baru ia duduki sejak September 2025 lalu menggantikan Ahmad Sahroni.

Kosongnya kursi tersebut memunculkan pertanyaan besar: siapa yang berpeluang menggantikan RMS?

Merujuk Suara Pileg 2024
Berdasarkan perolehan suara pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 di Dapil Sulsel 3, Nasdem meraih dua kursi. Kursi pertama ditempati RMS sebagai peraih suara tertinggi (161.301 suara), dan kursi kedua ditempati Eva Stevany Rataba (73.910 suara). Mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) biasanya akan diberikan kepada calon dalam urutan suara berikutnya dari partai yang sama.

Daftar Peraih Suara Nasdem Dapil Sulsel 3:

  1. Rusdi Masse (RMS) – 161.301 suara (sudah mundur)
  2. Eva Stevany Rataba – 73.910 suara (sudah duduk di DPR)
  3. Putri Dakka – 53.700 suara
  4. Aslam Patonangi – 43.580 suara
  5. Hayarna Basmin – 29.162 suara
  6. HM Judas Amir – 12.669 suara
  7. Nicodemus Biringkanae – 4.908 suara

Peluang Semakin Menyempit
Dari daftar tersebut, peluang pengganti RMS tidak lagi jatuh pada beberapa nama di atasnya:

Dengan demikian, urutan berikutnya yang masih setia sebagai kader Nasdem adalah Hayarna Basmin, istri dari Bupati Luwu Basmin Mattayang, yang meraih 29.162 suara.

Hayarna Basmin Jadi Nama Terkuat
Ramli mengonfirmasi bahwa peluang kini terbuka bagi Hayarna Basmin. “Sebenarnya, Putri Dakka tapi ke PDIP kemarin jadi Andi Aslam. Tapi karena mengundurkan diri juga, ibu Hayarna istri Basmin Mattayang berpeluang,” terangnya.

Keputusan akhir mengenai nama pengganti tetap berada di tangan DPP Partai Nasdem melalui mekanisme formal. Namun, dengan telah keluarnya dua nama di atas Hayarna Basmin dalam daftar, posisinya sebagai calon pengganti terkuat semakin kuat, asalkan tidak ada pertimbangan politik internal lainnya dari partai. Nasdem diharapkan segera mengajukan nama pengganti ke Badan Kehormatan DPR untuk proses selanjutnya. (*)

Exit mobile version