
MAKASSAR, – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menjadikan peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Penegasan ini disampaikan Appi—sapaan akrabnya—saat meresmikan Lab School Balai Besar Guru UPT SPF SD Inpres Hartaco Indah dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (7/2/2016).
“Tidak mungkin ada pendidikan yang berkualitas kalau gurunya tidak disentuh lebih dulu. Guru adalah mulai dari proses pendidikan. Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas gurunya,” tegas Appi di hadapan para guru, tenaga kependidikan, dan pemangku kepentingan pendidikan di Kompleks Hartaco Indah.
Appi menggarisbawahi bahwa perhatian terhadap nasib guru bukan sekadar janji politik, melainkan kebijakan strategis yang akan diwujudkan dalam langkah-langkah konkret. Ia secara khusus meminta peningkatan anggaran pendidikan untuk guru mulai tahun 2026.
“Saya ingin sampaikan kepada bapak dan Ibu Guru, mulai tahun ini anggaran untuk pendidikan guru harus ditambah di Kota Makassar,” tegasnya.
Lebih spektakuler, Appi mengumumkan program pengiriman guru dan kepala sekolah terbaik Makassar ke luar negeri untuk peningkatan kapasitas. Program perdana ini rencananya akan memberangkatkan 20 hingga 30 orang dengan biaya sepenuhnya ditanggung Pemkot Makassar.
“Tahun 2026 ini, kita akan kirim guru-guru dan kepala sekolah terbaik ke luar negeri. Ada dua negara yang sudah memberikan tawaran, Singapura dan India,” beber Appi, disambut antusias peserta.
Lab School yang diresmikan hari ini, menurut Appi, adalah langkah strategis untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan inovatif. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pengembangan praktik terbaik dan ruang kolaborasi bagi para pendidik. Appi mengambil contoh kesuksesan Lab School di Jakarta yang berawal dari pembangunan kualitas guru yang kuat.
“Hari ini Lab School menjadi episentrum pendidikan unggulan. Kenapa? Karena yang dibangun dari awal adalah kualitas guru,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Appi juga mengakui tantangan di Kota Makassar yang memiliki jumlah sekolah dan guru sangat banyak, namun distribusi kualitasnya belum merata. Ia menargetkan untuk menyamakan level kualitas guru di semua sekolah.
“Guru itu pendidik, harusnya punya tingkat intelegensia di atas rata-rata dan bisa menjadi problem solver di mana pun ditempatkan,” ujarnya.
Acara pengukuhan ini juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Makassar, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, perwakilan Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Sulsel Arman Agung, serta Ketua PGRI Provinsi Sulsel Prof. Dr. Hasnawi Haris.
Appi menutup dengan pesan bahwa profesi guru harus ditempatkan sebagai profesi utama yang terhormat. “Melalui proyek Lab School ini, kita ingin menghadirkan guru-guru yang benar-benar berkualitas,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemkot Makassar menunjukkan arah transformasi pendidikan yang berfokus pada hulu: menciptakan guru-guru yang kompeten, sejahtera, dan menjadi teladan bagi generasi unggul Makassar. (*)




