
Makassar,– Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun menjadi korban tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di Kanal Nuri, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar, pada Sabtu (16/2/2026). Korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia langsung dievakuasi ke rumah duka usai pencarian selama beberapa jam.
Korban diidentifikasi bernama Rafatar (11), seorang pelajar yang beralamat di Jalan Bepa Sawi Luar, RT 2 RW 5, Kelurahan Maccini Sombala. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 15.40 WITA saat korban tengah bermain air di kanal tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, Rafatar diketahui berenang bersama tujuh orang temannya. Situasi yang semula menyenangkan berubah menjadi mencekam ketika korban tiba-tiba terseret arus menuju bagian tengah kanal yang lebih dalam.
“Salah satu teman korban, Rezki, sempat berusaha menolong dengan menarik tangan Rafatar. Namun karena kehabisan napas, pegangan tersebut terlepas dan korban akhirnya tenggelam,” ungkap sumber dari kepolisian setempat.
Evakuasi Libatkan Tim Gabungan
Menerima laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Makassar, aparat kepolisian, Basarnas, Damkar, serta relawan dan potensi SAR lainnya segera bergerak menuju lokasi. Proses pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di permukaan air dan penyelaman di sekitar titik terakhir korban terlihat.
“Kami langsung menurunkan personel untuk melakukan pencarian. Kondisi arus kanal saat kejadian berada dalam kategori sedang, namun cuaca cerah cukup mendukung proses evakuasi,” ujar Koordinator Lapangan BPBD Makassar di lokasi kejadian.
Akses menuju lokasi kejadian dapat dilalui dengan lancar, sehingga tidak terdapat kendala signifikan yang menghambat pergerakan tim penyelamat. Korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan segera dievakuasi menuju rumah duka untuk disemayamkan.
Imbauan untuk Orang Tua
Pasca kejadian tragis ini, pihak terkait mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar perairan.
“Kami mengingatkan kembali kepada orang tua untuk tidak membiarkan anak-anak berenang di kanal atau aliran sungai yang berbahaya. Meskipun terlihat dangkal, arus bawah bisa sangat kuat dan membahayakan keselamatan,” tegas petugas BPBD setempat.
Peristiwa tenggelamnya Rafatar di Kanal Nuri ini menambah daftar panjang kecelakaan air di wilayah Makassar, sekaligus menjadi alarm kewaspadaan bagi seluruh warga yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai dan kanal. (*)



