
Kendari,– Langkah progresif ditunjukkan oleh Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara dalam mendukung transformasi digital perpajakan nasional. Seluruh personel yang berjumlah lebih dari 1.245 orang telah rampung melakukan aktivasi akun Coretax, sistem inti administrasi perpajakan terbaru milik Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Capaian 100 persen ini terwujud berkat asistensi dan imbauan intensif dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kendari yang berkolaborasi langsung dengan jajaran Brimob Sultra. Kegiatan pendampingan yang digelar di lingkungan Mako Brimob tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara otoritas fiskal dan institusi keamanan dalam membangun budaya patuh pajak, khususnya di kalangan aparatur negara.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala KPP Pratama Kendari, Calvin Octo Pangaribuan, bersama Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara, Kombes Pol Agus Setiawan. Tim pajak memberikan pendampingan teknis mulai dari aktivasi akun, pemahaman administrasi perpajakan elektronik, hingga imbauan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan.
“Seluruh personel telah mengaktifkan akun Coretax. Ini menjadi langkah penting untuk memastikan pelaporan SPT Tahunan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan tepat waktu,” ujar Calvin Octo Pangaribuan mengapresiasi komitmen penuh jajaran Brimob.
Saat ini, seluruh personel tengah menunggu proses administrasi lanjutan oleh bendahara satuan untuk penerbitan Bukti Potong A2 (BPA2) melalui sistem Coretax. Dokumen tersebut menjadi fondasi utama dalam pelaporan SPT Tahunan, sekaligus memastikan kepatuhan formal terpenuhi.
Keamanan dan Pajak: Dua Pilar Pembangunan Ekonomi
Di balik seragam dan tugas berat pengamanan, personel Brimob ternyata memiliki peran strategis dalam struktur ekonomi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang termuat dalam dokumen Forum Ekonomi Regional, sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib menyumbang sekitar 3,4 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Sulawesi Tenggara.
Lebih dari sekadar angka, sektor keamanan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi di sektor-sektor unggulan Sultra seperti pertambangan, perdagangan, dan konstruksi. Stabilitas keamanan yang dijaga ketat oleh personel Brimob menciptakan iklim kondusif bagi roda ekonomi untuk terus berputar.
Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara, Kombes Pol Agus Setiawan, menegaskan bahwa dukungan terhadap tertib administrasi perpajakan merupakan bagian dari profesionalisme personel.
“Kami mendukung tertib administrasi perpajakan di lingkungan satuan, termasuk memastikan proses penerbitan bukti potong dan pelaporan SPT berjalan dengan baik,” tegas Agus.
Dorong Kepatuhan di Tengah Tantangan
Pencapaian Brimob Sultra ini menjadi angin segar di tengah catatan KPP Pratama Kendari yang menunjukkan bahwa hingga 1 Maret 2026, masih terdapat sekitar 127.563 wajib pajak di wilayahnya yang belum melaporkan SPT Tahunan.
Kepatuhan penuh dari institusi keamanan diharapkan menjadi efek domino bagi kelompok wajib pajak lainnya. DJP melalui KPP Pratama Kendari berkomitmen untuk terus memperluas layanan asistensi dan edukasi, memastikan tidak ada satupun wajib pajak yang tertinggal dalam arus digitalisasi administrasi perpajakan.
Melalui sinergi yang kokoh antara otoritas perpajakan dan institusi keamanan, optimisme untuk mencapai target penerimaan negara sekaligus menjaga keberlanjutan pembiayaan pembangunan nasional semakin terbuka lebar






