
MAROS,– Rangkaian kegiatan Kampung Ramadan di Warkop Subuhan Wa’Kopi TepiSungai resmi berakhir dengan catatan manis. Acara penutup ini diisi dengan Dialog Ramadan inspiratif yang mempertemukan para aktivis sekolah SMK se-Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (16/3/2026).
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Muhajir, S.S., M.Pd., Ph.D., akademisi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Kehadiran beliau kali ini terasa spesial karena dirinya baru saja mendapatkan amanah baru sebagai Wakil Dekan Fakultas Sastra dan Ilmu Kependidikan (FSIK) UMI.
Organisasi: Capek tapi Candu.
Dengan gaya penyampaian yang akrab di telinga anak muda, Dr. Muhajir mengupas tuntas tema sentral: “Membangun Personal Branding lewat Organisasi Intra Sekolah (OSIS), Capek tapi Candu.”
Beliau menekankan bahwa kesibukan di OSIS bukanlah penghambat, melainkan batu loncatan untuk membentuk citra diri yang profesional sejak dini. “Organisasi adalah tempat kita belajar memimpin dan dipimpin. Lelahnya mengurus kegiatan adalah proses ‘candu’ yang akan membentuk karakter kuat bagi masa depan kalian,” pesannya kepada para peserta.
Inisiatif dari SMK Kebangsaan Indonesia Maros
Kegiatan ini lahir dari gagasan Milda, Ketua OSIS SMK Kebangsaan Indonesia Maros. Melalui pesan singkat WhatsApp, Milda mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang mempertemukan berbagai pengurus OSIS SMK di Maros ini.
“Saya merasa sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Ini adalah ruang silaturahmi yang luar biasa untuk saling mengenal dengan pengurus OSIS dari sekolah lain,” ungkap Milda.
Meski menjadi inisiator, Milda menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir secara fisik di lokasi pada hari pelaksanaan.
“Sayangnya, fisik saya tidak sempat hadir di hari H karena harus mudik lebih awal untuk menyambut Idul Fitri bersama keluarga di Bone. Namun, semangat kolaborasi ini tetap saya kawal sepenuhnya,” tambahnya.
Ajang Silaturahmi Pengurus OSIS
Diskusi yang berlangsung di pinggir sungai Butta Salewangang ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang dinamis dan buka puasa bersama. Para pengurus OSIS SMK se-Kabupaten Maros terlihat antusias bertukar pikiran mengenai program kerja dan tantangan memimpin organisasi di sekolah masing-masing.
Penutupan Kampung Ramadan di Warkop Subuhan ini diharapkan tidak hanya menjadi sekadar acara seremonial, tetapi menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antar siswa SMK di Maros dalam membangun branding sekolah dan pribadi yang positif. (*)






