Site icon macassar.id

Fokus Genjot PAD dan Penataan Kota, Bupati Brebes Boyong Jajaran Studi Tiru ke Makassar

IMG-20260710-WA0064

MAKASSAR — Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam melahirkan inovasi pelayanan publik dan mendongkrak pendapatan daerah kembali menjadi magnet bagi daerah lain. Kali ini, Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, memboyong jajarannya melakukan kunjungan kerja sekaligus studi tiru ke Balai Kota Makassar, Jumat (10/7/2026).

Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Brebes ini disambut langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi momentum penting bagi kedua daerah untuk saling berbagi strategi tata kelola pemerintahan, khususnya di tengah tantangan fiskal daerah yang dinamis.

Sebagai pemimpin yang baru di ranah birokrasi, Paramitha—politisi dari PDI Perjuangan—mengakui bahwa Makassar memiliki rekam jejak yang solid dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.

“Terima kasih Wali Kota, kami ingin belajar inovasi dan program yang dimiliki Pemkot Makassar. Apa inovasi dan strategi yang dilakukan sehingga bisa membantu meningkatkan PAD. Kami juga ingin mendapatkan banyak masukan karena saya juga baru di pemerintahan,” ungkap Paramitha.

Gali Strategi Fiskal hingga Tertarik dengan Makassar Creative Hub

Dalam diskusi intensif tersebut, Pemkab Brebes membidik beberapa poin krusial yang sukses diterapkan di Makassar, di antaranya:

“Kunjungan ini penting untuk bertukar pengalaman antardaerah sehingga berbagai praktik baik (best practices) yang telah diterapkan di Makassar dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Brebes,” tambahnya.

Sinergi Antardaerah demi Kesejahteraan Rakyat

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif antusiasme Pemkab Brebes. Menurutnya, kolaborasi antar-pemerintah daerah adalah kunci utama untuk mempercepat pembangunan nasional.

“Selamat datang di Makassar, Bu. Mudah-mudahan kunjungan ini bisa menjadi ruang berbagi pengalaman dan saling belajar untuk kemajuan daerah masing-masing,” tutur Munafri hangat.

Selain membahas struktur koordinasi antarperangkat daerah (OPD), kedua pemimpin ini juga mendiskusikan peluang investasi, pengembangan sektor pariwisata, dan kuliner yang berpotensi disinergikan di masa depan demi kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah. (*)

Exit mobile version