NEW DELHI — Pebulu tangkis tunggal putra unggulan Indonesia, Jonatan Christie, sukses melangkah mulus ke babak kedua ajang Kejuaraan Dunia BWF 2026 usai memetik kemenangan pada laga pembuka babak 64 besar.
Bertanding di lapangan 1 Indra Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, pada Selasa (18/8/2026), atlet yang akrab disapa Jojo ini berhasil menaklukkan tunggal putra asal Jerman, Matthias Kicklitz, lewat permainan straight set 21-15 dan 21-14.
Kemenangan berdurasi 36 menit ini sekaligus mempertegas rekor keunggulan Jojo atas Kicklitz setelah sebelumnya juga pernah menundukkan pemain Jerman tersebut pada ajang Kejuaraan Dunia 2025 lalu.
Dominasi Permainan dan Jalannya Pertandingan BWF 2026
Sejak awal gim pertama dimulai, pebulu tangkis berperingkat 3 dunia ini langsung mengambil inisiatif serangan. Jojo menggebrak dengan mencatatkan empat poin beruntun untuk membuka keunggulan.
Tunggal putra berusia 28 tahun tersebut tampil sangat disiplin menjaga jarak skor secara signifikan hingga menutup gim pertama dengan keunggulan 21-15.
Memasuki gim kedua, dominasi Jojo belum terbendung:
- Awal Gim Kedua: Jojo kembali menghentak dengan mencetak empat angka secara beruntun.
- Momen Interval: Keunggulan terus terorganisasi rapi hingga mencapai kedudukan 11-5.
- Perlawanan Lawan: Selepas jeda interval, Kicklitz sempat memberikan tekanan hingga menipiskan jarak skor menjadi 11-9.
- Penutupan Laga: Jojo bergerak cepat mengambil alih ritme permainan dan menyegel kemenangan 21-14 pada gim kedua.
Penyesuaian Lapangan BWF dan Pujian untuk India
Usai pertandingan, Jojo mengutarakan rasa syukurnya atas performa solid yang ia tunjukkan pada laga perdana. Menurutnya, fokus utama pada babak awal adalah proses adaptasi dengan kondisi fisik stadion.
“Puji Tuhan, bersyukur bisa bermain baik hari ini. Laga pertama di setiap turnamen selalu membutuhkan adaptasi, mulai dari karakter shuttlecock, pergerakan angin, hingga pencahayaan,” ungkap Jojo.
Pebulu tangkis binaan PB Tangkas ini juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan panitia penyelenggara lokal di India yang dinilainya mengalami peningkatan pesat dibandingkan saat ajang India Open pada Januari lalu.
“Di Kejuaraan Dunia ini pandangan di dalam lapangan jauh lebih jernih. Saat India Open lalu agak sedikit berkabut. Secara keseluruhan fasilitas luar dan dalam lapangan terasa sangat berbeda, India mempersiapkan ini dengan sangat baik,” tambahnya.
Tingkat Persaingan Tunggal Putra yang Makin Merata
Menghadapi persaingan sektor tunggal putra dunia yang semakin ketat dengan bermunculannya deretan pemain muda berbakat, Jojo menegaskan pentingnya tetap fokus dan tidak pernah memandang remeh lawan mana pun.
Bagi peraih medali emas Asian Games ini, status unggulan di atas kertas tidak menjadi jaminan mutlak saat sudah berlaga di atas lapangan pertandingan.
“Kalau bicara statistik di atas kertas, itu hanya teori saja. Namun begitu sudah masuk ke dalam lapangan, peluang setiap pemain adalah sama besar, yaitu 50–50,” tegas Jojo menutup wawancara. (*)

