Site icon macassar.id

Evaluasi Sampah Manggala, Melinda Aksa Minta Tiap RT Kelola Sampah Organik

pkk evaluasi sampah kec Manggala

MAKASSAR — Usai meresmikan pembukaan kegiatan Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) 2026, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar, Melinda Aksa, langsung memimpin rapat evaluasi pengelolaan sampah di Kantor Camat Manggala pada Selasa (18/8/2026).

​Rapat koordinasi yang dihadiri jajaran Pemerintah Kecamatan Manggala dan para lurah se-Kecamatan Manggala tersebut berfokus pada penanganan sampah rumah tangga, khususnya penguatan fasilitas di wilayah Tamangapa.

​Dalam arahannya, Melinda menegaskan pentingnya membangun sistem pengelolaan sampah terpadu yang dimulai secara mandiri dari skala rumah tangga, Rukun Tetangga (RT), hingga kelurahan.

​”Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah dan lingkungan masing-masing. Kita ingin setiap RT mampu mengelola sampahnya dari sumber, sehingga yang dibuang keluar lingkungan benar-benar hanya sampah residu,” ujar Melinda.

Target Tiap RT Punya 2–3 Teba dan Kluster Percontohan

​Untuk merealisasikan target pemilahan sampah organik dari sumbernya, Melinda mendorong jajaran kecamatan dan kelurahan memastikan setiap RT di Manggala memiliki 2 hingga 3 fasilitas teba (wadah pemrosesan sampah organik berbasis komposting).

​Fasilitas ini diminta untuk dikelola secara konsisten dan berkelanjutan oleh warga setempat, bukan sekadar pelengkap administrasi.

​Beberapa poin krusial yang ditegaskan dalam evaluasi pengelolaan sampah Kecamatan Manggala meliputi:

Pemetaan Fasilitas Pengelolaan Sampah 8 Kelurahan di Manggala

​Rapat evaluasi tersebut juga memaparkan peta capaian dan ketersediaan sarana pengolahan sampah di delapan kelurahan se-Kecamatan Manggala:

​Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Makassar, Aswin Kartapati, turut mendorong dibentuknya Bank Sampah Unit (BSU) di setiap RW sesuai surat edaran yang berlaku.

Melinda menutup rapat dengan menekankan bahwa indikator keberhasilan program bukan diukur dari kuantitas fasilitas semata, melainkan dari volume sampah yang berhasil dikurangi langsung dari sumbernya. (*)

Exit mobile version