Makassar – Ekosistem digital Grab di Kota Makassar mencatatkan kinerja pertumbuhan yang sangat positif sepanjang paruh pertama tahun ini. Pada semester I/2026, ekosistem Grab di ibu kota Sulawesi Selatan tersebut tumbuh lebih dari 25% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenapa?
Capaian impresif ini menegaskan posisi Makassar sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital utama di wilayah Indonesia Timur.
Lonjakan transaksi pada ekosistem digital ini membuka peluang yang makin luas bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan skala bisnis mereka secara berkelanjutan.
Lini GrabFood dan GrabMart Jadi Penopang Utama
Pertumbuhan ekosistem Grab secara keseluruhan di Makassar ditopang kuat oleh dua layanan andalannya, yakni GrabFood dan GrabMart. Kedua sektor layanan pesan-antar ini masing-masing membukukan kenaikan nilai transaksi lebih dari 15% pada semester I/2026.
Director of Commercial Grab Indonesia, Roy Nugroho, menyampaikan bahwa tingginya permintaan pada layanan GrabFood dan GrabMart mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat Makassar yang makin mengandalkan platform digital.
“Pertumbuhan ekosistem Grab di Kota Makassar mengalami kenaikan lebih dari 25%. Kemudian layanan GrabFood dan GrabMart yang ada di Kota Makassar juga tumbuh lebih dari 15%. Hal ini mencerminkan besarnya potensi ekosistem digital di Makassar,” ujar Roy Nugroho di sela-sela ajang Teras Perwira di Makassar, Rabu (19/8/2026).
Makassar Jadi Kota Pertama Gelaran Teras Perwira 2026
Tingginya potensi pasar digital di Makassar mendorong Grab Indonesia memilih kota ini sebagai titik awal penyelenggaraan program Teras Perwira 2026 (Temu Ramah Sapa Sharing Perwira GrabMerchant). Mengandeng Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, program kolaboratif ini dirancang sebagai wadah pembekalan serta ajang berbagi pengalaman antar-wirausaha.
Secara nasional, program Teras Perwira 2026 menargetkan lebih dari 1.000 mitra GrabMerchant yang tersebar di 10 kota besar. Khusus untuk Kick-Off pelaksanaan di Makassar, acara ini diikuti oleh lebih dari 100 pelaku usaha lokal.
Melalui program ini, para pemilik usaha dibekali berbagai materi teknis guna meningkatkan daya saing bisnis mereka di ranah digital, antara lain:
- Pemanfaatan Teknologi AI: Pelatihan penggunaan fitur Asisten AI GrabMerchant untuk otomatisasi balasan pesan dan optimalisasi operasional toko.
- Strategi Promosi Digital: Pemanfaatan fitur iklan GrabAds agar jangkauan toko online makin luas dan tepat sasaran.
- Inovasi Produk Bundling: Penggabungan produk makanan/minuman guna menciptakan nilai tambah (add-value) bagi konsumen.
- Manajemen Finansial: Tata cara pengelolaan kas dan keuangan usaha mikro agar lebih tangguh dan terstruktur.
Sinergi Strategis Strategi Bundling Produk
Kolaborasi dengan Coca-Cola Europacific Partners Indonesia difokuskan pada penerapan inovasi bundling produk. Langkah ini dinilai efektif untuk mendongkrak rata-rata nilai transaksi (average basket size) per pemesanan sekaligus mengoptimalkan volume penjualan mitra merchant.
Head of Business Development Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, Yuriko Sophia Feliciani, menjelaskan bahwa pendekatan bundling membantu pengusaha menciptakan kombinasi menu yang menarik bagi pelanggan.
“Melalui partisipasi kami dalam Teras Perwira, kami berbagi wawasan mengenai strategi bundling produk yang relevan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing merchant. Kami percaya bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat dengan para mitra UMKM,” jelas Yuriko.
Dengan kombinasi adopsi teknologi berbasis AI, strategi pemasaran yang adaptif, serta sinergi lintas industri, Grab berkomitmen untuk terus mendorong para pelaku UMKM di Makassar agar mampu naik kelas dan menjadi pemain ekonomi digital yang tangguh. (*)

